Awal 2026 Ditemukan Dua Kasus Baru HIV, Total Penderita di Rejang Lebong Capai 119 Orang

 Awal 2026 Ditemukan Dua Kasus Baru HIV, Total Penderita di Rejang Lebong Capai 119 Orang

virus HIV-Disway,id-

CURUPEKSPRESS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong mencatat adanya penambahan dua kasus baru HIV/AIDS sejak Januari hingga awal Maret 2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di daerah itu kini mencapai 119 orang. 

Kepala Dinkes Rejang Lebong, drg. Asep Budiman melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita, SKM., MKM, mengatakan dua kasus baru tersebut berasal dari kelompok yang berbeda.

“Sampai awal tahun 2026 ini, kami menemukan dua kasus baru HIV di Rejang Lebong,” ujar Titin.

Ia menjelaskan, satu kasus berasal dari masyarakat umum berusia dewasa, sementara satu kasus lainnya berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL).

“Dari dua kasus yang ditemukan tersebut, satu di antaranya berasal dari kelompok LSL,” jelasnya.

BACA JUGA: Atasi Cemas Secara Alami, 6 Makanan Ini Baik untuk Kesehatan Mental

BACA JUGA: Aturan THR 2026 Resmi Dirilis, Perusahaan Dilarang Mencicil Pembayaran Tunjangan

Menurut Titin, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Rejang Lebong, sebagian besar kasus HIV/AIDS yang tercatat selama ini memang berasal dari kelompok LSL. Bahkan jumlahnya disebut lebih dari separuh total kasus yang ada saat ini. Selain dari kelompok tersebut, kasus HIV juga ditemukan pada kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS). Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihak Dinkes, beberapa di antaranya diduga tertular saat bekerja di luar daerah.

Ia menambahkan, selain dua kelompok tersebut, terdapat pula kasus yang berasal dari kelompok rentan lain yang memiliki risiko penularan lebih tinggi akibat perilaku tertentu.

“Namun yang paling banyak tetap berasal dari kelompok LSL, sehingga ini menjadi perhatian khusus bagi kami dalam upaya pencegahan,” katanya.

Titin menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Pada tahap awal infeksi, virus ini sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

Gejala umumnya baru muncul ketika sistem kekebalan tubuh penderita mulai melemah dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, Dinkes Rejang Lebong terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini.

“Kami mengimbau masyarakat agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga jika ada indikasi dapat segera diketahui lebih awal,” ujarnya.

BACA JUGA: Mengapa Nama di KK dan KTP Harus Dua Kata? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sumber: