Warga Rimbo Pengadang Butuh Perhatian Dari Jalan Rusak

Warga Rimbo Pengadang Butuh Perhatian Dari Jalan Rusak

Adit/CE Terlihat jalan rusak yang berada di Kecamatan Rimbo Pengadang, yang semakin parah --

LEBONG,CURUPEKSPRESS.COM - Sebentar lagi Rakyat Indonesia akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke 77 Kemerdekaan RI, Tapi belum semua masyarakat merasa merdeka, seperti yang saat ini dialami  masyarakat Kabupaten Lebong yang berada di Kecamatan Rimbo Pengadang, yang masih harus berjuang untuk dapat menikmati infrastruktur   terutama infrastruktur jalan  yang mulus.

Pasalnya hingga saat ini jalan penghubung dua kabupaten antara Kabupaten Rejang Lebong dan Lebong, mengalami kerusakan parah dan nyaris putus yang berada di Kecamatan tersebut  tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemerintah.

Dengan kondisi itu, tidak sedikit dari masyarakat menilai jika kemerdekaan terhadap jalan yang mulus masih belum terwujud.

Seperi yang diungkapkan  Bambang Rosepla (26) warga Kelurahan Rimbo Pengadang, yang mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Pasalnya selain membahayakan keselamatan, menurutnya jalan itu juga kondisinya sudah semakin parah bahkan sangat mengganggu aktifitas ekonomi masyarakat.

"Entah sampai kami merdeka dengan kondisi jalan yang rusak  ini, soalnya sudah hampir setengah tahun jalan itu tak kunjung diperbaiki," kata Bambang.

Menurut Bambang, meskipun sebentar lagi masyarakat akan merayakan kemerdekaan ke 77  tahun RI, dilihat  dari kondisi jalan tersebut diakuinya jika pengguna jalan belum menikmati kemerdekaan terutama terhadap fasilitas jalan yang mulus. 

"Kami ingin Pemprov maupun Pemkab ada solusi untuk jalan tersebut, karena kami juga ingin merdeka dari jalan rusak yang selama ini mengganggu aktivitas kami mencari rezeki," ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Robi (30) salah seorang  supir truk asal Rejang Lebong. Dia menyebutkan ketika musim penghujan tiba kondisi jalan lintas kabupaten yang sehari–sehari dilewatinya itu sudah sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan .

Terlebih menurutnya jalan itu juga merupakan akses satu-satunya masyarakat menuju ke Kabupaten Lebong.

"Sudah hampir setengah tahun kami dihadapkan dengan akses jalan rusak, untuk aktivitas sehari-hari saja kami sudah sangat susah. Kami warga berharap ada pembangunan, terlepas itu kewenangan Pemrpov Bengkulu atau Pemkab Lebong, karena jelas jika apabila jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki, ini akan semakin parah tentunya menghambat aktifitas kami sebagai masyarakat untuk mengais rezeki di kabupaten Lebong," singkatnya.

 

Sumber: