Mirip Wagyu tapi Lebih Terjangkau, Amankah Daging Meltique?
Ilustrasi daging.-ist-
CURUPEKSPRESS.DISWAY.ID - Kelezatan daging wagyu sering kali menjadi impian banyak pencinta kuliner. Teksturnya yang lembut, cita rasanya yang kaya, serta aroma khas saat dimasak membuat wagyu identik dengan kemewahan. Sayangnya, harga daging premium asal Jepang ini kerap menjadi penghalang bagi sebagian orang. Namun, kini ada alternatif yang lebih ramah di kantong, yaitu daging meltique.
Daging meltique mulai banyak ditemukan di berbagai restoran dan tempat makan, bahkan dijadikan pilihan utama dalam menu steak atau barbeque. Kehadirannya menawarkan pengalaman menikmati Daging dengan tekstur empuk dan rasa gurih menyerupai wagyu, tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Meski demikian, sebelum mencobanya, penting bagi konsumen untuk memahami apa sebenarnya daging meltique dan bagaimana keamanannya bagi kesehatan.
Masih cukup banyak orang yang merasa ragu terhadap daging meltique. Proses pengolahannya yang berbeda dari daging sapi pada umumnya memunculkan pertanyaan, bahkan kekhawatiran, apakah daging ini aman untuk dikonsumsi. Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu mengenal konsep dan teknologi di balik pembuatannya.
BACA JUGA: Lansia Tanpa Gigi Tetap Bisa Sehat, Ini 5 Makanan Pilihannya
BACA JUGA:3 Manfaat Daun Sirsak bagi Kesehatan Sistem Pencernaan Manusia, Cek Disini!
Mengacu pada penjelasan LPPOM, daging meltique merupakan jenis daging yang dihasilkan melalui teknologi pengolahan khusus dengan cara menambahkan lemak ke dalam serat otot daging. Proses ini dilakukan untuk menciptakan efek marbling, yaitu guratan-guratan lemak yang tersebar merata di dalam daging, menyerupai marbling alami yang terdapat pada daging wagyu.
Karena karakteristik inilah, meltique sering disebut sebagai daging marmer buatan.
Teknologi meltique pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1981 oleh perusahaan Hokubee Co. Inovasi ini lahir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas daging sapi lokal di wilayah Hokkaido agar memiliki tekstur dan rasa yang lebih unggul.
Teknik tersebut terinspirasi dari metode "pique" yang diperkenalkan di Prancis pada era 1960-an, yaitu teknik penyuntikan lemak untuk membuat daging menjadi lebih empuk dan lezat.
Marbling sendiri merupakan istilah yang merujuk pada pola lemak putih halus yang tersebar di antara serat otot daging. Keberadaan marbling tidak hanya mempercantik tampilan daging, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan tekstur yang lembut, aroma yang harum saat dimasak, serta rasa yang lebih kaya dan juicy.
Pada daging wagyu asli, marbling terbentuk secara alami akibat faktor genetik, pola pakan, dan perawatan khusus pada ternak. Sementara itu, pada daging meltique, marbling dibuat secara artifisial dengan menyuntikkan campuran lemak dan air ke dalam jaringan daging.
Karena adanya proses injeksi lemak tersebut, wajar jika muncul kekhawatiran mengenai dampaknya bagi kesehatan. Namun, menurut Chowhound, daging meltique tergolong aman untuk dikonsumsi. Lemak yang digunakan umumnya berasal dari lemak sapi atau minyak nabati yang telah memenuhi standar keamanan pangan.
Selain itu, proses produksinya juga diawasi secara ketat agar sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku.
Sumber: