Rahasia Investasi Emas 2026 agar Tetap Cuan dan Minim Risiko

 Rahasia Investasi Emas 2026 agar Tetap Cuan dan Minim Risiko

Investasi emas yang semakin diminati di tahun 2026-ilustrasi/net-

CURUPEKSPRESS.COM - Emas sejak lama dikenal sebagai salah satu instrumen investasi paling diminati oleh masyarakat, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Daya tarik utama emas terletak pada kemampuannya menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Berbeda dengan aset lain yang cenderung fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi ekonomi tertentu, harga emas secara historis menunjukkan tren kenaikan yang relatif konsisten. Laporan terbaru Bloomberg pada Jumat (2/1/2026), yang diperkuat oleh analisis sejumlah lembaga keuangan global, mengindikasikan bahwa tren penguatan harga emas belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat.

Di tengah dinamika geopolitik global yang masih sarat ketidakpastian serta perubahan arah kebijakan moneter di berbagai negara, emas kembali menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ketika pasar keuangan bergejolak dan risiko inflasi meningkat, emas kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga stabilitas nilai aset mereka.

Agar investasi emas memberikan hasil optimal, diperlukan strategi yang matang dan disesuaikan dengan kondisi pasar terkini. Berikut beberapa langkah penting yang dapat dipertimbangkan masyarakat dalam berinvestasi emas sepanjang 2026.

1. Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Memasuki akhir 2025, harga emas tercatat berada pada level yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat pembelian dalam jumlah besar sekaligus (all-in) menjadi berisiko. Oleh karena itu, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) menjadi pilihan yang lebih bijak.

Dengan membeli emas secara rutin setiap bulan dalam nominal yang sama, investor dapat memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil. Strategi ini membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak sekaligus melatih disiplin dalam menyisihkan penghasilan untuk investasi.

BACA JUGA: Ramadhan 2026 Tinggal Hitungan Minggu, Utang Puasa Bisa Lunas dengan Cara Ini

BACA JUGA:Makeup Pecah dan Menumpuk ? Ini Faktor yang Membuat Riasan Cakey

2. Lakukan Diversifikasi antara Emas Fisik dan Emas Digital

Tahun 2026 menawarkan kemudahan akses investasi emas yang semakin luas. Selain emas fisik seperti logam mulia Antam atau Galeri 24 yang cocok untuk simpanan jangka panjang, masyarakat juga dapat memanfaatkan emas digital.

Emas digital yang tersedia di platform resmi dan diawasi OJK atau Bappebti menawarkan fleksibilitas dan likuiditas tinggi. Bahkan, investasi dapat dimulai dari nominal kecil, mulai Rp5.000. Kombinasi emas fisik dan digital membantu menyeimbangkan keamanan jangka panjang dan kemudahan transaksi.

3. Tentukan Tujuan Investasi Jangka Menengah hingga Panjang

Emas bukanlah instrumen yang ideal untuk mencari keuntungan instan. Para pakar menekankan bahwa emas lebih cocok dijadikan alat perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang.

Tujuan seperti dana pendidikan anak, persiapan dana pensiun, atau modal usaha di masa depan menjadi alasan kuat untuk berinvestasi emas. Investor juga perlu memahami adanya selisih harga jual dan beli (spread) sehingga pendekatan jangka panjang akan lebih menguntungkan.

Sumber: