Sering Ngopi Takeaway ? Waspadai Risiko Mikroplastik dari Gelas Sekali Pakai

  Sering Ngopi Takeaway ? Waspadai Risiko Mikroplastik dari Gelas Sekali Pakai

Ngopi-ist-

CURUPEKSPRESS.COM - Kebiasaan membeli kopi takeaway di pagi hari telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Praktis, cepat, dan mudah dibawa ke mana saja, kopi dalam gelas sekali pakai seolah menjadi solusi bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi. Namun, di balik kenyamanan tersebut, tersimpan potensi risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian, khususnya terkait paparan mikroplastik.

Sejumlah penelitian terbaru mengungkap bahwa gelas minuman sekali pakai, terutama yang terbuat dari plastik atau kertas dengan lapisan plastik di bagian dalamnya, dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam minuman panas. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Hazardous Materials : Plastics dan menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari yang tampak sepele dapat berkontribusi pada paparan zat berbahaya bagi tubuh.

Penelitian tersebut menegaskan bahwa suhu minuman memegang peranan penting dalam pelepasan mikroplastik. Semakin tinggi suhu cairan, semakin besar pula jumlah partikel plastik yang terlepas dari dinding gelas. Selain faktor panas, jenis bahan wadah juga sangat menentukan besarnya paparan. Para peneliti menyimpulkan bahwa pengaruh material gelas terhadap pelepasan mikroplastik ternyata jauh lebih signifikan daripada yang selama ini diperkirakan.

Fenomena ini menjadi semakin relevan jika melihat skala penggunaan gelas sekali pakai. Di Australia, konsumsi gelas minuman panas sekali pakai mencapai sekitar 1,45 miliar unit per tahun, disertai penggunaan hampir 890 juta tutup plastik. Secara global, jumlah gelas sekali pakai yang digunakan setiap tahun diperkirakan mencapai 500 miliar buah. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi paparan mikroplastik tidak hanya bersifat individual, tetapi juga menjadi isu kesehatan masyarakat secara luas.

BACA JUGA: Inilah Cara Mengecas HP yang Dianjurkan agar Baterai Tetap Awet

BACA JUGA:Ini Lokasi Wisata Rumah Marmut dan Jeruk BW di Curup

alam risetnya, para ilmuwan menganalisis 30 studi ilmiah terdahulu serta melakukan pengujian langsung terhadap 400 gelas kopi di Brisbane. Dua jenis gelas yang diuji meliputi gelas plastik murni berbahan polyethylene dan gelas kertas yang dilapisi plastik tipis pada bagian dalam. Pengujian dilakukan pada dua kondisi suhu, yakni 5°C untuk minuman dingin dan 60°C untuk minuman panas.

Hasilnya menunjukkan perbedaan yang mencolok. Pada gelas plastik murni, peningkatan suhu dari dingin ke panas memicu kenaikan pelepasan mikroplastik hingga sekitar 33 persen. Jika seseorang mengonsumsi 300 mililiter kopi panas setiap hari menggunakan gelas jenis ini, maka dalam setahun ia berpotensi menelan ratusan ribu partikel mikroplastik.

Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, berkisar antara 1 mikrometer hingga 5 milimeter. Ukurannya dapat diibaratkan mulai dari debu halus hingga biji wijen. Partikel ini berasal dari pecahan plastik berukuran besar atau dilepaskan langsung dari produk yang digunakan sehari-hari. Saat ini, mikroplastik telah ditemukan di berbagai kompartemen lingkungan, termasuk air, makanan, udara, bahkan di dalam tubuh manusia.

 

Meski keberadaan mikroplastik telah terdeteksi secara luas, dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam mengukur dan melacak partikel yang sangat kecil tersebut di jaringan tubuh. Namun, para ilmuwan sepakat bahwa paparan mikroplastik dalam jumlah besar dan berkelanjutan patut diwaspadai.

Dengan bantuan teknologi pencitraan beresolusi tinggi, peneliti menemukan bahwa permukaan bagian dalam gelas plastik murni cenderung kasar dan dipenuhi celah mikro. Kondisi ini memudahkan partikel plastik terlepas, terutama ketika terpapar panas. Suhu tinggi membuat plastik melunak, mengembang, lalu menyusut kembali, sehingga mempercepat pembentukan fragmen mikroplastik yang larut ke dalam minuman.

Meskipun demikian, kebiasaan minum kopi tidak harus dihentikan sepenuhnya. Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan mikroplastik, seperti menggunakan tumbler pakai ulang berbahan kaca, keramik, atau baja tahan karat. Jika terpaksa menggunakan wadah sekali pakai, gelas kertas berlapis plastik dinilai lebih baik dibandingkan gelas plastik murni. Selain itu, menghindari menuangkan cairan yang terlalu panas dan memilih kopi dengan suhu hangat juga dapat menjadi alternatif yang lebih aman.

BACA JUGA:Desa di Rejang Lebong Prioritaskan Dana Desa Tahap I untuk Penanganan Stunting

Sumber: