Tubuh Tetap Kurus Walau Makan Banyak, Apakah Berbahaya ? Simak Penjelasannya

 Tubuh Tetap Kurus Walau Makan Banyak, Apakah Berbahaya ? Simak Penjelasannya

Orang Kurus Agar Percaya Diri-ILUSTRASI/NET-

CURUPEKSPRESS.COM - Memiliki berat badan yang ideal merupakan dambaan banyak orang. Namun, tidak sedikit individu yang justru menghadapi masalah sebaliknya, yakni sulit menambah berat badan meskipun sudah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan sekaligus kekhawatiran, terutama ketika tubuh tetap terlihat kurus meski pola makan sudah ditingkatkan. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang tetap kurus walau makan banyak, dan bagaimana cara mengatasinya secara tepat ?

Kesulitan menambah berat badan bukanlah hal yang jarang terjadi. Sama halnya dengan menurunkan berat badan, menaikkan berat badan juga membutuhkan usaha, strategi, dan pemahaman yang benar. Keinginan untuk menambah berat badan dapat muncul karena berbagai alasan, mulai dari merasa tubuh terlalu kurus, ingin terlihat lebih berisi, hingga keinginan memiliki berat badan yang proporsional. Di sisi lain, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa tubuh kurus selalu identik dengan kekurangan gizi, padahal tidak semua orang bertubuh kurus mengalami kondisi tersebut.

• Penyebab Tubuh Tetap Kurus Meski Banyak Makan

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi sulitnya kenaikan berat badan. Salah satunya adalah faktor genetik. Keturunan dapat menentukan kecepatan metabolisme seseorang. Metabolisme yang terlalu cepat membuat tubuh membakar kalori dalam waktu singkat, sehingga energi dari makanan tidak tersimpan sebagai cadangan lemak atau massa otot.

BACA JUGA: Yuk Kenalan dengan Camilan Tradisional Berbahan Tepung Kacang Hijau

BACA JUGA: Sering Dianggap Penolong, Ternyata Ini Efek Alkohol dan Kafein pada Migrain

Selain faktor genetik, tingkat aktivitas fisik juga berperan besar. Seseorang yang memiliki aktivitas fisik tinggi, seperti sering berolahraga berat atau banyak bergerak sepanjang hari, akan membakar kalori lebih banyak. Jika jumlah kalori yang masuk tidak sebanding dengan yang dikeluarkan, berat badan pun sulit bertambah.

Faktor kesehatan juga tidak dapat diabaikan. Beberapa penyakit tertentu, terutama yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat menyebabkan berat badan menurun atau sulit naik. Gangguan tiroid, diabetes, tuberkulosis, penyakit jantung, serta gangguan pencernaan merupakan contoh kondisi medis yang dapat memengaruhi berat badan.

Selain itu, stres berkepanjangan turut memengaruhi nafsu makan dan pola makan seseorang. Saat stres, sebagian orang cenderung kehilangan selera makan atau memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kondisi ini berlangsung lama, berat badan pun sulit meningkat.

• Dampak Berat Badan Terlalu Rendah

Tubuh yang kurus sekilas mungkin tampak sehat. Namun, jika indeks massa tubuh berada di bawah angka normal, kondisi ini dapat menandakan kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi dalam jangka panjang berisiko menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit. Tidak hanya itu, berat badan yang terlalu rendah juga dapat meningkatkan risiko anemia, osteoporosis, serta gangguan kesuburan.

• Cara Menambah Berat Badan secara Sehat

Untuk menaikkan berat badan, prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan asupan kalori lebih besar dibandingkan kalori yang dikeluarkan. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan asupan kalori dari makanan bergizi. Penambahan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan menambahkan keju, telur, kentang, atau sumber lemak sehat ke dalam menu harian.

Memilih makanan kaya protein juga sangat dianjurkan. Protein berperan penting dalam pembentukan massa otot. Beberapa pilihan makanan yang baik antara lain telur, susu, alpukat, kacang-kacangan, dan selai kacang. Mengonsumsi camilan sehat di sela waktu makan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan kalori harian.

Sumber: