Mengapa Berjalan Mundur Baik untuk Tubuh ? Ini Fakta dan Manfaatnya !
Berjalan mundur baik untuk kesehatan tubuh.-ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Berjalan kaki selama ini dikenal sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik paling sederhana, murah, dan mudah dilakukan oleh berbagai kalangan. Aktivitas ini kerap direkomendasikan untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, serta membantu mengontrol berat badan. Namun, seiring berkembangnya penelitian di bidang kesehatan dan olahraga, muncul temuan menarik bahwa berjalan kaki secara mundur atau yang dikenal dengan istilah backward walking juga memberikan manfaat kesehatan yang tidak kalah signifikan, bahkan menawarkan keunggulan tertentu dibandingkan berjalan maju.
Berjalan mundur melibatkan pola gerakan dan kerja otot yang berbeda dari berjalan biasa. Saat seseorang melangkah ke belakang, tubuh secara alami menyesuaikan keseimbangan, koordinasi, serta distribusi beban pada sendi dan otot. Hal inilah yang membuat aktivitas ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Sports Medicine mengungkapkan bahwa Berjalan mundur dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada sendi lutut. Berbeda dengan berjalan ke depan yang lebih banyak membebani sendi tertentu, Berjalan mundur memungkinkan beban tersebar secara lebih merata pada persendian tubuh bagian bawah.
BACA JUGA: Whip Pink Viral karena Efek Nge-Fly, BNN Tegaskan Ancaman Seriusnya
BACA JUGA:Tips Aman Berkendara Motor Jarak Jauh agar Tetap Fokus dan Bugar
Selain itu, aktivitas ini terbukti efektif dalam memperkuat otot paha depan atau quadriceps. Otot tersebut memiliki peran krusial dalam menopang lutut dan menjaga stabilitas kaki saat bergerak. Penguatan quadriceps dinilai mampu menurunkan risiko cedera lutut serta membantu meredakan nyeri, terutama pada individu yang mengalami osteoarthritis ringan hingga sedang. Oleh karena itu, berjalan mundur mulai dilirik sebagai salah satu alternatif latihan rehabilitasi yang relatif aman dan mudah dilakukan.
Manfaat berjalan mundur tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga berdampak positif bagi fungsi otak. Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa gerakan yang tidak biasa, seperti berjalan ke belakang, menuntut konsentrasi, koordinasi, serta kesadaran spasial yang lebih tinggi. Saat melakukan aktivitas ini, otak dipaksa untuk bekerja lebih aktif dalam memproses informasi gerak dan menjaga keseimbangan tubuh. Proses tersebut dapat merangsang aktivitas kognitif dan membantu meningkatkan ketajaman berpikir serta fokus.
Dari aspek keseimbangan tubuh, berjalan mundur juga dinilai efektif dalam melatih sistem saraf dan refleks. National Institutes of Health (NIH) mencatat bahwa latihan ini dapat meningkatkan kontrol postur tubuh dan respons neuromuskular. Kemampuan tersebut sangat penting, terutama bagi kelompok lanjut usia yang cenderung mengalami penurunan keseimbangan. Dengan kontrol postur yang lebih baik, risiko terjatuh pun dapat diminimalkan.
BACA JUGA: Tak Hanya Telur Ayam, Ini Alasan Telur Puyuh Cocok untuk MPASI
BACA JUGA: Waspada Bahaya Listrik Saat Banjir, Ini Imbauan dan Langkah Aman dari PLN
Tak kalah penting, berjalan mundur juga memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Sejumlah studi menunjukkan bahwa aktivitas ini mampu meningkatkan denyut jantung serta membakar lebih banyak kalori dibandingkan berjalan biasa dengan durasi yang sama. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan energi ekstra untuk menyesuaikan gerakan yang tidak lazim. Dengan demikian, backward walking dapat menjadi pilihan olahraga ringan yang efisien bagi mereka yang ingin meningkatkan kebugaran tanpa harus melakukan latihan berat.
Meski memiliki beragam manfaat, para ahli tetap menekankan pentingnya faktor keamanan dalam melakukan berjalan mundur. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan di area yang datar, luas, dan bebas dari hambatan. Bagi pemula, dianjurkan untuk melakukannya secara perlahan sambil menjaga postur tubuh tetap tegak. Menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin juga dapat membantu mengurangi risiko cedera.
Sebagai latihan pelengkap, berjalan mundur dapat dikombinasikan dengan aktivitas fisik lainnya, seperti jalan santai, peregangan, atau latihan keseimbangan. Konsistensi latihan serta penerapan teknik yang benar menjadi kunci utama agar manfaat kesehatan dari aktivitas ini dapat dirasakan secara optimal.
Dengan memperhatikan aspek keamanan dan dilakukan secara rutin, backward walking dapat menjadi alternatif olahraga ringan yang efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: