Aman atau Berbahaya? Ini Dampak Menghapus Aplikasi Bawaan di HP Android
Aman atau Berbahaya? Ini Dampak Menghapus Aplikasi Bawaan di HP Android--
CURUPEKSPRESS.COM - Saat membeli ponsel Android baru, pengguna umumnya akan langsung disambut oleh berbagai aplikasi yang sudah terpasang secara otomatis. aplikasi tersebut meliputi kalkulator, toko aplikasi bawaan dari masing-masing produsen, aplikasi kesehatan, pengelola berkas, hingga beragam layanan tambahan lainnya. Sebagian aplikasi memang memiliki fungsi penting untuk menunjang operasional perangkat. Namun, tidak sedikit pula aplikasi bawaan yang jarang digunakan, memiliki kualitas yang kurang optimal, atau bahkan sekadar menjadi pelengkap promosi dari produsen.
Kondisi inilah yang mendorong banyak pengguna mempertimbangkan untuk menghapus aplikasi bawaan. Pertanyaannya, apakah langkah tersebut aman? Jawabannya bergantung pada jenis aplikasi yang dihapus serta metode yang digunakan.
Secara umum, menghapus aplikasi bawaan tidak berbahaya selama pengguna tidak menghapus aplikasi inti sistem. Aplikasi inti, seperti kamera, layanan sistem, pengelola jaringan, serta antarmuka pengguna (System UI), memiliki peran krusial dalam memastikan perangkat berfungsi dengan baik.
BACA JUGA:Seni Mengubah Wajah Pendidikan Karakter Anak ?
BACA JUGA:Makanan Ini Bisa Bikin Gula Darah Naik, Waspada
Jika aplikasi tersebut dihapus, ponsel dapat mengalami gangguan, seperti tidak dapat menangkap sinyal, tidak bisa membuka kamera, atau bahkan mengalami kegagalan sistem.
Sebaliknya, beberapa sumber teknologi seperti XIAOMITIME menjelaskan bahwa menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan justru dapat meningkatkan kinerja perangkat. Ruang penyimpanan menjadi lebih lapang, penggunaan memori (RAM) berkurang, dan sistem dapat bekerja lebih ringan. Selain itu, ada aplikasi bawaan tertentu yang berjalan di latar belakang dan mengonsumsi daya baterai tanpa disadari. Dengan menghapusnya, efisiensi penggunaan daya pun dapat meningkat.
Dari sisi keamanan data, langkah ini juga dapat memberikan manfaat. Beberapa aplikasi bawaan berpotensi mengakses data pengguna untuk kepentingan analisis atau promosi. Dengan menonaktifkan atau menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan, risiko penyalahgunaan data pribadi dapat diminimalkan.
BACA JUGA:Galaxy XCover 7 Pro, Ini Harga dan Spesifikasinya di Indonesia
BACA JUGA: Ramadan Tiba, Pemkab Rejang Lebong Sikat Tempat Hiburan Malam yang Bandel
Terkait cara penghapusannya, terdapat dua metode utama. Pertama, metode standar melalui menu pengaturan. Pengguna cukup membuka menu Pengaturan, memilih Aplikasi, lalu menentukan aplikasi yang ingin dihapus. Jika tersedia opsi "Hapus" atau "Uninstall", proses dapat dilakukan secara langsung. Namun, pada banyak kasus, aplikasi bawaan hanya dapat dinonaktifkan (disable), bukan dihapus sepenuhnya.
Jika aplikasi tidak dapat dihapus melalui cara biasa, pengguna dapat menggunakan metode lanjutan, yaitu dengan akses root. Berdasarkan pembahasan di forum teknologi seperti Android Stack Exchange, proses root memungkinkan pengguna memperoleh akses penuh terhadap sistem. Setelah proses tersebut berhasil, aplikasi pihak ketiga seperti Root Explorer dapat digunakan untuk menelusuri folder sistem dan menghapus aplikasi tertentu. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan perintah ADB (Android Debug Bridge) dengan menghubungkan perangkat ke komputer.
Meskipun demikian, metode root memiliki risiko. Garansi perangkat dapat hangus, sistem menjadi rentan terhadap kesalahan konfigurasi, dan potensi kerusakan perangkat meningkat jika tidak dilakukan dengan cermat. Oleh karena itu, metode ini sebaiknya hanya dilakukan oleh pengguna yang benar-benar memahami prosedurnya.
Dalam menentukan aplikasi mana yang aman dihapus, pengguna perlu berhati-hati. Media teknologi seperti SlashGear dan Android Police menyarankan untuk menghapus aplikasi non-esensial, seperti game bawaan, aplikasi promosi, atau layanan tambahan yang tidak pernah digunakan. Sebaliknya, aplikasi yang berkaitan langsung dengan sistem sebaiknya tetap dipertahankan.
Sumber: