Habis Makan Langsung Mules ? Ternyata Ini 7 Faktor yang Memicunya

Habis Makan Langsung Mules ? Ternyata Ini 7 Faktor yang Memicunya

BAB Jongkok vs Duduk! Mana yang Lebih Sehat untuk Pencernaan Anda?--

 

 

CURUPEKSPRESS.COM - Mengapa sebagian orang langsung merasa ingin buang air besar setelah makan ? Rasa ingin BAB yang muncul sesaat setelah selesai makan memang terlihat tidak biasa, tetapi kondisi ini dapat dijelaskan melalui mekanisme fisiologis tubuh. Di dalam sistem pencernaan terdapat mekanisme yang disebut refleks gastrokolik, yaitu respons alami yang membuat usus besar berkontraksi ketika makanan baru masuk ke lambung. Tujuannya adalah menggeser sisa makanan lama ke bagian akhir usus agar tersedia ruang bagi makanan yang baru masuk.

Refleks gastrokolik merupakan bagian normal dari proses pencernaan. Ketika mekanisme ini aktif, otot-otot di usus besar melakukan gerakan peristaltik, yaitu kontraksi berirama yang mendorong feses menuju anus. Pada sebagian orang, refleks ini terasa ringan dan tidak terlalu memicu keinginan mendesak untuk BAB. Namun pada orang lain, refleks ini lebih kuat sehingga rasa ingin buang air besar muncul dengan cepat setelah makan.

Meskipun peristaltik merupakan proses normal, ada sejumlah faktor yang dapat membuat refleks gastrokolik bekerja lebih cepat atau lebih intens. Berikut penjelasan faktor-faktor yang dapat memperkuat dorongan BAB setelah makan.

1. Stres

Stres, baik fisik maupun psikologis, dapat memengaruhi kinerja saluran cerna. Ketika tubuh mengalami stres, sistem saraf mengubah cara kerja pencernaan. Stres cenderung memperlambat proses pengosongan lambung, tetapi pada saat yang sama mempercepat pergerakan makanan di usus besar. Ketidakseimbangan ini membuat refleks gastrokolik menjadi lebih sensitif sehingga keinginan untuk BAB muncul lebih cepat dari biasanya. Pada beberapa orang, stres berkepanjangan bahkan dapat memicu diare atau keluhan pencernaan lain.

2. Kecemasan

Selain stres, rasa cemas juga dapat memicu aktivitas usus yang berlebihan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kecemasan tinggi mengalami respons gastrokolik yang lebih cepat. Aktivitas saraf yang meningkat pada penderita kecemasan membuat usus besar bekerja lebih aktif, sehingga dorongan BAB lebih mudah muncul. Orang dengan kecemasan juga lebih rentan mengalami diare karena pergerakan usus menjadi lebih cepat dari normal.

3. Konsumsi makanan tinggi lemak

Jenis makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi keinginan buang air besar segera setelah makan. Makanan berlemak, seperti gorengan atau makanan bersantan, dapat mempercepat pengosongan lambung pada sebagian orang. Ketika lambung mengosongkan isinya lebih cepat, refleks gastrokolik ikut terpicu lebih kuat. Selain itu, makanan pedas juga dapat mempercepat pergerakan usus sehingga meningkatkan peluang terjadinya diare atau keinginan BAB mendadak setelah makan.

4. Aktivitas fisik intens

Olahraga, terutama latihan berat seperti lari jarak jauh, dapat merangsang kontraksi usus. Banyak pelari melaporkan mengalami dorongan BAB atau diare selama atau setelah berolahraga. Kondisi ini disebut sindrom gastrointestinal yang dipicu oleh olahraga. Faktor penyebabnya termasuk penurunan aliran darah ke saluran pencernaan saat tubuh mengutamakan suplai darah ke otot, meningkatnya aktivitas saraf simpatik, serta menurunnya kemampuan usus menyerap cairan dan nutrisi. Kombinasi faktor tersebut dapat mempercepat pergerakan usus dan memicu dorongan BAB.

5. Pengaruh kafein

Sumber: