Mengapa Makan Berlebihan Saat Sahur Justru Membuat Puasa Lebih Berat?

Mengapa Makan Berlebihan Saat Sahur Justru Membuat Puasa Lebih Berat?

Mengapa Makan Berlebihan Saat Sahur Justru Membuat Puasa Lebih Berat?--

CURUPEKSPRESS.COM - Sebagian masyarakat masih meyakini bahwa semakin banyak makanan yang dikonsumsi saat sahur, semakin kuat pula tubuh menjalani puasa seharian. Anggapan ini terdengar logis, karena perut yang terasa penuh sering kali diidentikkan dengan cadangan energi yang melimpah. Namun, dari sisi kesehatan dan metabolisme tubuh, kenyataannya tidak sesederhana itu. Mengonsumsi makanan secara berlebihan saat sahur justru dapat membuat rasa lapar muncul lebih cepat ketika siang hari.

Secara fisiologis, sekitar pukul empat pagi kadar insulin dalam tubuh berada pada kondisi relatif tinggi. Insulin merupakan hormon yang berperan mengatur kadar gula darah. Ketika pada waktu tersebut seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, terutama yang tinggi karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebihan, roti manis, atau makanan tinggi gula, kadar gula darah akan melonjak secara signifikan. Lonjakan ini memang memberikan energi secara instan sehingga tubuh terasa segar pada awal pagi.

Akan tetapi, efek tersebut tidak berlangsung lama. Setelah mengalami peningkatan tajam, kadar gula darah akan menurun kembali dalam beberapa jam berikutnya. Penurunan yang cukup drastis inilah yang memicu rasa lapar. Biasanya, kondisi ini mulai terasa sekitar pukul sepuluh pagi. Tubuh yang sebelumnya terasa bertenaga menjadi lebih lemas, mudah mengantuk, dan kurang fokus. Ketidakstabilan gula darah sejak waktu sahur menyebabkan energi tidak terdistribusi secara merata sepanjang hari.

Fenomena ini dikenal sebagai fluktuasi gula darah. Ketika tubuh menerima asupan karbohidrat dalam jumlah besar, proses pengubahannya menjadi glukosa berlangsung cepat. Glukosa yang berlebihan memicu lonjakan atau “spike” gula darah. Selanjutnya, insulin bekerja menurunkan kadar gula tersebut agar kembali normal. Namun, penurunan yang terlalu cepat justru mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan asupan makanan kembali, meskipun cadangan energi sebenarnya belum sepenuhnya habis. Akibatnya, rasa lapar muncul lebih awal dan puasa terasa semakin berat.

Selain memicu rasa lapar, ketidakstabilan energi juga berdampak pada produktivitas. Tubuh menjadi mudah lelah, konsentrasi menurun, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan saat sahur juga dapat memengaruhi kesehatan metabolik, terutama jika disertai konsumsi gula dan lemak yang tinggi.

Oleh sebab itu, sahur sebaiknya tidak dipandang sebagai ajang makan sebanyak-banyaknya, melainkan sebagai momen untuk mengisi tubuh dengan nutrisi yang tepat. Prinsip utama sahur yang sehat adalah keseimbangan gizi. Yang perlu diperhatikan bukanlah jumlah makanan semata, melainkan komposisi zat gizinya.

Untuk membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, perbanyak asupan protein dan serat. Protein berperan memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang lebih tahan lama. Sumber protein yang baik antara lain telur, dada ayam, ikan, tahu, dan tempe. Sementara itu, serat yang terdapat pada sayuran, buah-buahan seperti kurma dan alpukat, serta biji-bijian membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Kombinasi keduanya menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah lonjakan yang berlebihan.

Selain itu, penting pula memperhatikan asupan cairan. Minum air putih yang cukup saat sahur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi selama berpuasa. Hindari konsumsi minuman yang terlalu manis atau berkafein berlebihan karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.

Dengan memilih makanan yang kaya protein, serat, serta karbohidrat kompleks dalam porsi yang wajar, energi akan dilepaskan secara bertahap. Tubuh pun dapat mempertahankan stamina lebih lama hingga waktu berbuka tiba. Sebaliknya, jika sahur didominasi oleh karbohidrat sederhana dan gula dalam jumlah besar, rasa lapar akan datang lebih cepat dan puasa terasa kurang nyaman. 

 

 

 

Sumber: