Benarkah Bisa Kena Asam Urat Gara-Gara Kipas Angin?

Benarkah Bisa Kena Asam Urat Gara-Gara Kipas Angin?

Penyakit asam urat-Sc YouTube @Alodokter-

CURUPEKSPRESS.COM - Sebuah video yang baru-baru ini viral di berbagai platform media sosial memicu perdebatan mengenai hubungan antara penggunaan kipas angin dan penyakit asam urat. Dalam video tersebut, pembuat konten menceritakan kisah seorang remaja berusia 17 tahun yang disebut-sebut mengalami asam urat. Menurut narasi yang disampaikan, penyakit itu muncul karena sang remaja memiliki kebiasaan tidur dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuhnya sepanjang malam. Cerita ini sontak menarik perhatian publik dan memunculkan gelombang pertanyaan dari warganet.

Banyak pengguna internet kemudian mempertanyakan apakah benar kebiasaan menggunakan kipas angin saat tidur, terutama jika diarahkan langsung ke tubuh, dapat meningkatkan risiko munculnya asam urat. Spekulasi ini cepat menyebar, mengingat asam urat selama ini identik dengan penyakit orang dewasa atau lanjut usia, sehingga munculnya kasus pada remaja menambah kekhawatiran dan rasa penasaran.

Untuk meluruskan kabar yang simpang siur tersebut, dokter spesialis penyakit dalam, Aru Ariadno, memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan bahwa klaim yang menghubungkan kipas angin dengan penyakit asam urat sama sekali tidak berdasar. Ia menekankan bahwa hubungan keduanya hanyalah mitos yang berulang kali muncul namun tidak pernah memiliki dasar ilmiah yang kuat.

"Tidur dengan kipas angin yang mengarah langsung ke tubuh tidak menyebabkan peningkatan kadar asam urat, juga tidak menimbulkan penyakit lain," ujar Aru seperti dikutip dari detikhealth. Dengan kata lain, penggunaan kipas angin, baik untuk kenyamanan tidur maupun untuk mendinginkan ruangan, tidak ada kaitannya dengan proses metabolisme yang menyebabkan kadar asam urat meningkat di dalam tubuh.

Aru menjelaskan bahwa penyakit asam urat pada dasarnya merupakan gangguan metabolik. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu membuang kelebihan asam urat yang merupakan hasil pemecahan zat bernama purin. Akumulasi asam urat tersebut kemudian dapat menumpuk di persendian dan menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan peradangan. Ia menegaskan bahwa penyebab utama masalah ini biasanya terkait dengan faktor genetik atau keturunan, serta pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Lebih lanjut, Aru menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kasus asam urat memang mulai ditemukan pada usia yang lebih muda. Namun, hal itu bukan karena paparan udara dingin atau penggunaan kipas angin, melainkan karena pola makan generasi muda yang cenderung tinggi akan purin.

Makanan yang mengandung purin tinggi meliputi jeroan, daging merah, beberapa jenis seafood, serta minuman manis atau minuman dengan kandungan fruktosa tinggi. Selain itu, kurangnya konsumsi serat juga dapat memperburuk kondisi karena tubuh menjadi kurang optimal dalam mengolah dan membuang zat-zat yang seharusnya diproses melalui sistem metabolisme.

Aru menegaskan kembali bahwa kipas angin hanya memberikan efek pendinginan pada tubuh dan tidak memengaruhi mekanisme produksi maupun pembuangan asam urat. Mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh pun tidak serta-merta menyebabkan masalah kesehatan asalkan pengguna dalam kondisi sehat dan tidak memiliki sensitivitas khusus terhadap udara dingin.

Kesalahpahaman seperti ini, kata Aru, sering muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyebab penyakit asam urat itu sendiri. Ditambah lagi, cerita-cerita viral sering kali dibuat dramatis sehingga mudah dipercaya tanpa adanya verifikasi medis. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. 

Sumber: