Puasa Nyaman Tanpa Gangguan Lambung, Hindari Buah Ini Saat Sahur

 Puasa Nyaman Tanpa Gangguan Lambung, Hindari Buah Ini Saat Sahur

Puasa Nyaman Tanpa Gangguan Lambung, Hindari Buah Ini Saat Sahur--

 

CURUPEKSPRESS.COM -  Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting bagi umat Muslim sebelum menjalankan ibadah puasa. Asupan yang dikonsumsi saat Sahur tidak hanya berfungsi untuk mengenyangkan, tetapi juga berperan dalam menjaga stamina, konsentrasi, serta keseimbangan cairan tubuh sepanjang hari. Oleh karena itu, pemilihan menu Sahur perlu diperhatikan secara cermat, termasuk dalam memilih buah-buahan. Meskipun buah dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang menyehatkan, tidak semua jenis buah ideal dikonsumsi pada waktu Sahur.

Berikut ini beberapa jenis buah yang sebaiknya dibatasi atau dihindari saat sahur, disertai penjelasan yang edukatif dan informatif.

1. Buah dengan Kandungan Asam Tinggi

Contohnya jeruk nipis, jeruk bali, dan lemon. Buah yang memiliki rasa sangat asam berpotensi meningkatkan produksi asam lambung. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat gangguan lambung, konsumsi buah asam saat perut kosong dapat memicu rasa perih, mual, atau sensasi terbakar di dada (refluks asam).

Dampaknya saat berpuasa cukup signifikan. Rasa tidak nyaman pada lambung di awal hari dapat mengganggu konsentrasi, produktivitas, bahkan kekhusyukan dalam beribadah. Jika tetap ingin mengonsumsi buah bercita rasa segar, pilihlah buah dengan tingkat keasaman lebih ringan seperti apel atau pir. Mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup juga dapat membantu menetralkan keasaman dalam lambung.

BACA JUGA:Daftar Hp untuk Desain Grafis dan Konten Kreator

BACA JUGA:Cara Mendidik Anak dengan Menerapkan Pola Asuh

2. Buah dengan Kandungan Gula Tinggi dan Indeks Glikemik Cepat

Beberapa contoh di antaranya semangka, pisang yang terlalu matang, dan mangga matang. Buah-buahan ini memang mengandung nutrisi, tetapi kadar gula alaminya relatif tinggi dan mudah diserap tubuh. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dengan cepat, lalu turun secara drastis dalam waktu singkat.

Penurunan gula darah secara tiba-tiba dapat menimbulkan rasa lemas, cepat lapar, bahkan pusing. Kondisi ini tentu membuat puasa terasa lebih berat. Untuk menjaga kestabilan energi, sebaiknya pilih buah dengan kandungan serat lebih tinggi dan indeks glikemik lebih rendah, seperti apel, pir, atau buah beri. Serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan lebih stabil.

3. Buah yang Berpotensi Menyebabkan Kembung atau Produksi Gas

Buah kering seperti kismis dan aprikot kering, serta beberapa jenis kacang tertentu, dapat memicu produksi gas apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Kandungan gula alami tertentu dan serat pekat dalam buah kering dapat difermentasi oleh bakteri usus sehingga menghasilkan gas.

Saat berpuasa, kondisi perut kembung atau sering bersendawa tentu menimbulkan ketidaknyamanan. Selain mengganggu aktivitas, hal tersebut juga dapat memengaruhi kenyamanan saat beribadah. Jika ingin mengonsumsi buah kering, batasi porsinya dan imbangi dengan minum air yang cukup agar pencernaan tetap lancar.

Sumber: