Banyak Ditiru di Media Sosial, Apakah Teknik Slapping Skincare Benar-benar Efektif?
Banyak Ditiru di Media Sosial, Apakah Teknik Slapping Skincare Benar-benar Efektif?-ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, rutinitas perawatan kulit atau skincare routine ala Korea semakin populer di berbagai negara. Banyak orang tertarik mengikuti langkah-langkahnya karena dikenal detail dan menggunakan beragam produk. Di tengah tren tersebut, muncul pula teknik unik yang belakangan viral di media sosial, yaitu teknik "slapping" atau menepuk-nepuk wajah saat mengaplikasikan produk skincare.
Teknik ini merujuk pada cara mengoleskan produk perawatan wajah dengan menepuk kulit menggunakan telapak tangan. Gerakannya terkadang terlihat cukup cepat bahkan sedikit keras. Metode tersebut sering diperlihatkan dalam berbagai video kecantikan dari Korea Selatan, terutama di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Para kreator biasanya menepuk toner, essence, serum, atau bahkan foundation secara berulang-ulang hingga produk tampak menyatu dengan kulit.
Fenomena ini juga sempat dibagikan oleh seorang kreator TikTok melalui akun @thatsotee, yang menjelaskan bagaimana teknik menepuk skincare sering dianggap sebagai cara khas dalam rutinitas kecantikan Korea. Melalui kontennya, ia memperlihatkan bagaimana banyak orang menepuk produk skincare berkali-kali setelah mengaplikasikannya ke wajah. Video tersebut kemudian memicu rasa penasaran warganet tentang apakah cara tersebut benar-benar efektif untuk membantu penyerapan produk ke dalam kulit.
BACA JUGA: Motorola Razr Fold Resmi Meluncur! Ini Spesifikasi, Harga, dan Jadwal PO
BACA JUGA: CPNS 2026 Segera Dibuka? Ini Daftar Instansi Sepi Peminat yang Bisa Jadi Peluang Emas
Untuk memahami hal ini, penting melihat terlebih dahulu bagaimana konsep perawatan kulit ala Korea bekerja. Rutinitas skincare Korea terkenal memiliki banyak tahapan, sering kali mencapai tujuh hingga sepuluh langkah. Produk yang digunakan pun beragam, mulai dari cleanser, toner, essence, serum, ampoule, hingga pelembap dan tabir surya. Setiap produk biasanya memiliki tekstur dan fungsi yang berbeda.
Dalam proses tersebut, setiap lapisan produk perlu menempel dengan baik pada kulit sebelum produk berikutnya diaplikasikan. Jika tidak, tekstur produk bisa bercampur secara tidak merata dan justru menimbulkan rasa lengket atau menggumpal. Karena itulah sebagian orang menggunakan teknik menepuk sebagai cara agar produk cepat merata di permukaan kulit.
Namun, para ahli dermatologi menjelaskan bahwa teknik menepuk wajah sebenarnya tidak membuat produk skincare secara otomatis menyerap lebih dalam ke lapisan kulit. Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami yang disebut skin barrier. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari zat asing yang berpotensi merusak. Oleh karena itu, lapisan tersebut tidak akan terbuka begitu saja hanya karena adanya tekanan ringan seperti tepukan tangan.
Penjelasan serupa juga sering disampaikan oleh para dermatolog bahwa penyerapan produk perawatan kulit lebih dipengaruhi oleh formulasi produk, ukuran molekul bahan aktif, serta kondisi kulit seseorang. Bahan dengan molekul kecil dan formula yang tepat cenderung lebih mudah meresap dibandingkan produk dengan tekstur berat.
Meski begitu, teknik menepuk wajah bukan berarti sama sekali tidak memberikan manfaat. Menepuk secara lembut dapat membantu produk tersebar lebih merata di seluruh permukaan kulit. Selain itu, gerakan tersebut juga dapat membantu mengurangi adanya kantung udara kecil yang mungkin terbentuk antara kulit dan produk yang diaplikasikan.
BACA JUGA: Hebat! Indonesia Pimpin Produksi Nanas Global, Ini Manfaat Kesehatannya
BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Harus Konsumsi Tomat
Dengan kata lain, fungsi utama teknik ini lebih berkaitan dengan membantu produk menempel secara merata, bukan meningkatkan kemampuan produk menembus lapisan kulit yang lebih dalam. Jika dilakukan dengan lembut, teknik ini masih tergolong aman bagi kebanyakan orang. Namun, menepuk wajah terlalu keras justru berpotensi menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif.
Sumber: