Ini Cara Bedakan Henti Jantung dan Serangan Jantung
Gejala serangan jantung pada wanita--
CURUPEKSPRESS.COM - Kesehatan jantung merupakan salah satu aspek vital dalam kehidupan manusia. Organ ini berperan utama dalam mengalirkan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Gangguan sekecil apa pun pada jantung dapat berdampak besar pada fungsi organ tubuh lainnya, bahkan dapat mengancam jiwa.
Dua kondisi yang paling sering dikaitkan dengan gangguan jantung adalah henti jantung (cardiac arrest) dan serangan jantung (heart attack). Walaupun sering dianggap serupa, keduanya sejatinya adalah dua kondisi medis yang sangat berbeda, baik dari segi penyebab, gejala, maupun cara penanganannya.
Jantung merupakan organ berukuran relatif kecil, namun memiliki peran yang luar biasa penting. Melalui sistem peredaran darah, jantung bekerja terus-menerus memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh, memastikan setiap sel mendapatkan asupan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsinya.
BACA JUGA:Punya Masalah Perut Buncit ? Atasi dengan 6 Gerakan Ini !
BACA JUGA:Tak Terasa Manis, Tapi Bikin Gula Darah Naik, Waspadai Makanan Ini !
Ketika jantung tidak mampu menjalankan fungsinya dengan optimal, tubuh pun akan mengalami gangguan serius.
Menurut WebMD, jantung berfungsi layaknya mesin utama dalam sistem tubuh manusia. Jika "mesin" ini rusak atau tidak berjalan dengan baik, maka seluruh sistem dalam tubuh dapat terpengaruh, mulai dari otak hingga organ vital lainnya.
Salah satu dampak terburuk dari gangguan jantung adalah terhentinya pasokan darah dan oksigen, yang bisa berujung pada kematian dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani.
Walaupun sama-sama dikategorikan sebagai kondisi kardiovaskular yang serius, henti jantung dan serangan jantung memiliki mekanisme yang berbeda.
1. Perbedaan Penyebab
Henti jantung adalah kondisi di mana jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak. Hal ini umumnya dipicu oleh gangguan listrik pada jantung yang menyebabkan aritmia, yakni irama jantung yang tidak normal. Ketika irama jantung terganggu, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ-organ penting lainnya. Dalam hitungan detik, penderita bisa kehilangan kesadaran dan denyut nadinya menghilang.
Sebaliknya, serangan jantung disebabkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh darah koroner, pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung. Penyumbatan ini biasanya terjadi akibat penumpukan plak (lemak dan kolesterol) yang menyempitkan arteri. Akibatnya, aliran darah terhenti sebagian atau seluruhnya, menyebabkan jaringan otot jantung mengalami kerusakan.
BACA JUGA: Mengapa Terlalu Banyak Makan Junk Food Berbahaya bagi Kesehatan Tulang? Ini Penjelasannya
BACA JUGA: Biaya Pendidikan Melonjak Setiap Tahun, Haruskah Orang Tua Memiliki Asuransi Pendidikan?
Menariknya, serangan jantung dapat meningkatkan risiko terjadinya henti jantung, terutama dalam enam bulan pertama setelah kejadian. Artinya, kedua kondisi ini bisa berkaitan, tetapi tidak sama.
Sumber: