Air Sumur Berubah Keruh Saat Hujan Deras, Ini Faktor Penyebab dan Solusi Ampuhnya

Air Sumur Berubah Keruh Saat Hujan Deras, Ini Faktor Penyebab dan Solusi Ampuhnya

Air Sumur Berubah Keruh Saat Hujan Deras, Ini Faktor Penyebab dan Solusi Ampuhnya-Ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Air sumur yang mendadak berubah keruh saat musim hujan kerap menimbulkan keresahan bagi banyak pemilik rumah, terutama di wilayah yang masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, dan memasak, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika air tetap digunakan tanpa pengolahan yang tepat.

Curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi kualitas air tanah secara signifikan. Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah membawa berbagai partikel, mulai dari lumpur, sampah organik, hingga mikroorganisme berbahaya. Ketika kondisi sumur tidak terlindungi dengan baik, zat-zat tersebut dapat masuk dan mencemari air di dalamnya.

Menurut World Health Organization, air yang terkontaminasi dapat menjadi media penyebaran penyakit seperti diare, kolera, hingga infeksi saluran pencernaan.

Oleh karena itu, memahami penyebab sekaligus cara mengatasi air sumur yang keruh menjadi langkah penting agar kualitas air tetap aman digunakan.

• Penyebab Air Sumur Keruh saat Musim Hujan

Berikut beberapa faktor utama yang sering memicu kondisi tersebut:

1. Masuknya Lumpur dan Kotoran dari Permukaan

Hujan deras, terlebih yang disertai banjir, mampu membawa material seperti tanah, pasir, dan sampah ke dalam sumur. Hal ini biasanya terjadi pada sumur yang tidak memiliki pelindung memadai di bagian atasnya.

2. Konstruksi Sumur yang Kurang Optimal

Sumur dengan dinding retak atau penutup yang tidak rapat sangat rentan terhadap rembesan air dari luar. Air yang masuk tanpa penyaringan dapat membawa bakteri dan zat pencemar lainnya. Kondisi ini umumnya ditemukan pada sumur lama yang tidak pernah diperbaiki.

3. Kontaminasi dari Septic Tank atau Limbah Rumah Tangga

Jarak sumur yang terlalu dekat dengan septic tank atau saluran pembuangan limbah menjadi salah satu penyebab utama pencemaran. Saat hujan deras, air dapat membawa bakteri seperti E. coli ke dalam sumur. Lembaga seperti Environmental Protection Agency menyarankan agar jarak sumur dan septic tank minimal sekitar 10–15 meter untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Sumber: