Kopi Tiom Lanny Jaya Tembus Pasar Nasional, Ini Rahasia di Baliknya

  Kopi Tiom Lanny Jaya Tembus Pasar Nasional, Ini Rahasia di Baliknya

Kopi Tiom Lanny Jaya Tembus Pasar Nasional, Ini Rahasia di Baliknya-ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Aroma kopi yang kuat dan khas menyelimuti dataran tinggi Bumi Cenderawasih, menjadi penanda harapan baru bagi para petani di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Komoditas Kopi Tiom yang dahulu hanya dikenal secara lokal, kini mulai menembus pasar nasional dan menjelma sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut.

Perkembangan ini tidak terjadi secara instan. Melalui program pemberdayaan yang digagas PT PLN (Persero), para petani mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari teknik budidaya hingga pengolahan pascapanen. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan berbasis masyarakat (community development), yang menurut berbagai kajian pembangunan pertanian, terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB) berperan aktif dalam mendorong transformasi tersebut. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pembangunan dome pengering biji kopi. Teknologi ini menjadi solusi atas kendala utama yang selama ini dihadapi petani, yaitu ketergantungan pada cuaca ekstrem di wilayah pegunungan Papua. Dengan adanya dome, proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat dan stabil, sehingga kualitas biji kopi tetap terjaga.

Jika sebelumnya proses pengeringan membutuhkan waktu hingga satu bulan, kini dapat dipersingkat menjadi sekitar dua minggu. Efisiensi ini tidak hanya menekan risiko kerusakan hasil panen, tetapi juga meningkatkan nilai jual kopi karena kualitasnya lebih seragam. Dalam konteks agribisnis, peningkatan kualitas pascapanen merupakan faktor kunci dalam menentukan daya saing produk di pasar.

Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut berdampak nyata pada kehidupan petani. Ia menyebutkan bahwa kekhawatiran terhadap kerusakan kopi akibat hujan kini berkurang signifikan. Selain itu, peningkatan kualitas juga berdampak langsung pada harga jual yang lebih tinggi, bahkan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga tiga kali lipat.

Dukungan terhadap pengembangan Kopi Tiom juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Gubernur John Tabo menilai bahwa kopi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan juga bagian dari identitas daerah. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian, khususnya kopi, menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan.

Menurutnya, tantangan utama selama ini memang terletak pada proses pascapanen yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Oleh karena itu, kehadiran teknologi pengeringan dan pendampingan dari PLN dinilai sebagai langkah strategis yang mampu menjawab persoalan tersebut secara konkret.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peran perusahaan kini tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN berupaya menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pendekatan ini dikenal dengan konsep creating shared value, yakni menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat.

Keberhasilan program ini juga tercermin dari capaian penghargaan yang diraih PLN UIW PPB dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026. Selain itu, berdasarkan indikator Corporate Economic Protection Index (CEPI), setiap dana yang disalurkan mampu menghasilkan nilai ekonomi berlipat bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang terukur.

General Manager PLN UIW PPB, Roberth Rumsaur, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga keberlanjutan program ini. Ia berharap semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya, sehingga tercipta kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Secara lebih luas, keberhasilan Kopi Tiom mencerminkan pentingnya sinergi antara teknologi, pendampingan, dan komitmen berbagai pihak dalam mengembangkan potensi daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar nasional, tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.

 

Sumber: