Di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB), Sahabat CE dapat menemukan Prasasti yang terdapat di bagian loket administrasi, bertuliskan:
MERDEKA! UNTUK NEGARA DAN BANGSAKU
RUMAH SAKIT ANAK DAN BERSALIN “HARAPAN KITA” INI
KUPERSEMBAHKAN KEPADAMU SEBAGAI SUMBANGSIH TAK BERARTI
NAMUN HARAPAN KITA SEMOGALAH BERGUNA DALAM IKUT SERTA
MEMBANGUN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA
Yang bertanda tangan Ketua Yayasan Harapan Kita
SITI HARTINAH SOEHARTO , pada 22 Desember 1979.
Yayasan Harapan Kita berdiri dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti seluas luasnya. Dalam mengelola yayasannya Ibu Tien ditemani oleh para wanita penuh semangat seperti dirinya, yaitu Siti Zaleha Ibnu Sutowo, Sri Dewanti Muhono, Kartini Widya Latief, Wastuti Ali Murtopo, Soetamtitah Soedjono Humardani dan Siti Maemunah Alamsjah.
Berdirinya yayasan ini dirayakan dengan syukuran pada 23 Agustus 1968 dan tepat pada hari itu adalah hari ulang tahun Ibu Tien yang ke 45 tahun.
Yayasan yang dahulunya didirikan dengan modal uang 100 ribu rupiah hasil kumpulannya bersama Zaleha, istri bapak Ibnu Sutowo. Kerja keras dan kegigihan tersebut telah berbuah dimana hingga kini Yayasan Harapan Kita telah berusia 55 tahun.