Selama proses mengepel, jangan lupa untuk rutin membilas kain pel. Kain pel yang terlalu kotor akan mengurangi efektivitas pembersihan. Setelah selesai mengepel seluruh ruangan, cuci kain pel dengan air bersih hingga tidak ada sisa kotoran maupun sabun. Langkah ini penting untuk mencegah bau apek dan pertumbuhan bakteri.
6. Mengeringkan Kain Pel dengan Benar
Setelah dicuci, kain pel harus dikeringkan hingga benar-benar kering. Letakkan kepala kain pel dalam posisi terbalik di area yang memiliki sirkulasi udara baik atau terkena sinar matahari. Kain pel yang lembap berisiko menjadi sarang bakteri dan jamur yang dapat menimbulkan bau tidak sedap saat digunakan kembali.
7. Mengganti Kain Pel Secara Berkala
Jika kain pel tetap berbau atau bernoda meski sudah dicuci, itu pertanda kain pel perlu diganti. Pilih kain pel berbahan mikrofiber karena lebih efektif menyerap air dan mengangkat kotoran. Mengganti kain pel secara rutin akan membantu menjaga kebersihan lantai dan kualitas udara di dalam rumah.
Dengan menyapu terlebih dahulu, menggunakan air dan sabun secukupnya, menerapkan teknik mengepel yang benar, serta merawat kain pel dengan baik, lantai rumah akan terlihat lebih bersih, mengilap, dan harum. Kebiasaan mengepel yang benar tidak hanya membuat rumah nyaman dipandang, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh penghuni.