CURUPEKSPRESS.COM - Bubur sumsum merupakan salah satu hidangan tradisional Indonesia yang digemari karena cita rasanya yang sederhana, lembut, dan menenangkan. Teksturnya yang halus berpadu dengan rasa gurih dari santan serta manisnya saus gula merah menjadikan bubur sumsum cocok disantap dalam berbagai suasana. Idealnya, bubur sumsum memiliki aroma harum yang menggugah selera. Namun, tidak jarang muncul bau tepung yang cukup menyengat sehingga mengurangi kenikmatan hidangan ini. Aroma tersebut dapat menandakan adanya kekeliruan dalam pemilihan bahan maupun proses pengolahan.
Bau tepung pada bubur sumsum umumnya berasal dari beberapa faktor yang sering kali luput diperhatikan. Salah satunya adalah penggunaan tepung beras yang kurang segar. Tepung beras yang telah lama disimpan, terlebih jika terkena udara lembap, berpotensi menimbulkan aroma langu atau apek. Kondisi ini tentu memengaruhi hasil akhir masakan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan tepung beras yang masih baru dan berkualitas baik. Penyimpanan tepung pun perlu diperhatikan, yakni di wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area kering agar tidak mudah menyerap bau.
Selain tepung beras, santan juga memegang peranan penting dalam menentukan aroma bubur sumsum. Santan yang tidak segar atau dimasak dengan teknik yang kurang tepat dapat menghasilkan bau tidak sedap. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memasak santan dengan api terlalu besar atau membiarkannya mendidih terlalu lama hingga pecah. Santan yang pecah tidak hanya memengaruhi aroma, tetapi juga mengurangi rasa gurih alami. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya gunakan santan segar dan masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar teksturnya tetap stabil.
BACA JUGA:Tips Merawat Yamaha NMax Saat Musim Hujan
BACA JUGA:Belum Banyak Tau Nama Air Terjun Mandap Sari Sengkuan
Faktor berikutnya adalah kurangnya penggunaan bahan pemberi aroma. Bubur sumsum yang hanya mengandalkan tepung dan santan tanpa tambahan daun pandan cenderung memiliki aroma yang datar, sehingga bau tepung menjadi lebih dominan. Daun pandan dikenal sebagai pewangi alami yang mampu memberikan aroma khas dan menenangkan. Penambahan pandan yang telah disimpulkan atau sedikit vanili dapat membantu menutupi aroma tepung sekaligus meningkatkan daya tarik bubur sumsum.
Teknik pengadukan juga tidak kalah penting. Adonan tepung beras dan santan harus diaduk secara konsisten selama proses memasak. Jika pengadukan tidak dilakukan secara merata, tepung dapat menggumpal dan tidak matang sempurna. Tepung yang kurang matang inilah yang sering memicu bau tepung yang menyengat. Dengan pengadukan yang stabil dan berkelanjutan, panas dapat tersebar merata sehingga bubur matang dengan baik, bertekstur lembut, dan beraroma gurih.
Agar menghasilkan bubur sumsum yang berkualitas, pemilihan dan persiapan bahan harus dilakukan dengan cermat. Tepung beras yang halus dan bersih, santan kental segar, gula merah asli, daun pandan, serta sedikit garam menjadi kombinasi dasar yang tidak boleh diabaikan. Tepung beras berkualitas tinggi biasanya tidak berbau dan menghasilkan tekstur bubur yang lebih lembut. Santan segar memberikan rasa gurih alami, sedangkan daun pandan berfungsi sebagai penambah aroma yang khas dan menggoda selera.
BACA JUGA:Konflik Agraria di Kawasan Hutan, Ini Langkah Konkret ATR/BPN
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pelayanan, ATR/BPN Susun Program Pelatihan SDM Berkelanjutan
Selain itu, pastikan semua bahan dalam kondisi bersih dan segar sebelum digunakan. Gula merah sebaiknya disisir halus agar mudah larut, sementara daun pandan perlu dicuci untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel. Persiapan bahan yang baik akan mempermudah proses memasak serta membantu menghasilkan bubur sumsum yang lezat dan bernilai tinggi.
Dengan memahami penyebabnya, seperti kualitas tepung beras, kesegaran santan, penggunaan bahan pewangi, serta teknik pengadukan yang tepat, siapa pun dapat menghasilkan bubur sumsum yang lembut, gurih, dan harum. Pemilihan bahan segar serta proses memasak yang benar menjadi kunci utama untuk menjaga cita rasa hidangan tradisional ini agar tetap nikmat dan menggugah selera.