Bukan Sekadar Sarapan, Ini Rutinitas Pagi yang Menjaga Gula Darah Tetap Normal

Kamis 05-02-2026,15:00 WIB
Reporter : Lola Anggraeni
Editor : Ab Gafur

Ahli gizi Tracy Mckelvey menyebutkan bahwa berjalan kaki selama 10-20 menit setelah makan merupakan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kontrol gula darah. Aktivitas ini membantu tubuh memanfaatkan karbohidrat sebagai energi sebelum berubah menjadi lonjakan glukosa dalam darah.

Selain membantu menstabilkan gula darah, berjalan kaki setelah makan juga mendukung pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.

4. Mengonsumsi Sarapan Tinggi Protein dan Serat

Di pagi hari, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap karbohidrat. Oleh karena itu, memilih sarapan yang tinggi protein dan serat, serta rendah karbohidrat sederhana, sangat dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes.

Mckelvey menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan sarapan rendah karbohidrat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, tidak hanya di pagi hari, tetapi juga hingga waktu makan siang dan malam.

Ahli gizi Lisa Andrews juga mengungkapkan hasil studi kecil yang menemukan bahwa perempuan dengan diabetes tipe 2 memiliki respons gula darah yang lebih baik saat mengonsumsi sarapan rendah karbohidrat dibandingkan sarapan rendah lemak.

Pilihan sarapan yang disarankan antara lain omelet sayuran dengan alpukat, roti gandum utuh dengan selai kacang, atau yogurt Yunani dengan topping buah beri dan kacang-kacangan. Kombinasi protein dan serat membantu memperlambat pencernaan sehingga gula darah meningkat secara bertahap.

BACA JUGA:Jangan Sembarangan Makan Buah Jatuh, Ini Risiko Virus Nipah Menurut Dokter Anak

BACA JUGA:Bulog Rejang Lebong Siapkan 1.429 Ton Beras Jelang Ramadhan

5. Membatasi Konsumsi Kafein di Pagi Hari

Meski kopi sering menjadi andalan di pagi hari, konsumsi kafein berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kafein lebih dari 250 miligram per hari dapat memicu peningkatan gula darah sementara.

Kafein merangsang pelepasan hormon adrenalin yang mendorong hati melepaskan glukosa ke dalam darah. Untuk meminimalkan dampaknya, sebaiknya konsumsi kopi bersamaan dengan makanan seimbang dan batasi jumlahnya.

Menambahkan protein, seperti bubuk protein tanpa gula, ke dalam kopi juga dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dan mencegah lonjakan gula darah.

Menjaga kadar gula darah tidak memerlukan perubahan besar yang sulit dilakukan. Dengan gula darah yang lebih stabil, tubuh akan terasa lebih bertenaga, fokus meningkat, dan risiko gangguan kesehatan jangka panjang pun dapat ditekan. Mulailah dari pagi hari, karena langkah kecil yang konsisten dapat membawa perubahan besar bagi kesehatan Anda.  

 

Kategori :