Prabowo Bahas Kerjasama Bidang Pendidikan Bersama Australia

Sabtu 07-02-2026,01:00 WIB
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi penegasan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor strategis. Pendidikan dan ekonomi menjadi dua bidang utama yang disorot dalam pertemuan tersebut. 

Hubungan Indonesia–Australia dinilai semakin solid seiring meningkatnya mobilitas pelajar, kolaborasi perguruan tinggi, serta pertumbuhan perdagangan dan investasi. Di sektor pendidikan, Australia masih menjadi salah satu tujuan utama pelajar Indonesia. Pada 2025, sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di berbagai universitas Australia.  Secara kumulatif, lebih dari 200.000 warga Indonesia pernah mengenyam pendidikan di negara tersebut.

Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang mahasiswa internasional terbesar bagi Australia. Setiap tahun, pemerintah Australia menyediakan sekitar 220 beasiswa dan program jangka pendek melalui program Australia Awards Indonesia.

Kerja sama pendidikan semakin diperkuat dengan kehadiran kampus Australia di Indonesia. Monash University membuka kampus di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung. 

BACA JUGA:Cara Jessica Mila Menikmati Makanan Manis Tanpa Takut Gemuk

BACA JUGA:Info MotoGP, Pecco Bagnaia beri Sinyal ke Tim Pabrikan

Selain itu, kedua negara menjalankan berbagai program strategis. Australia–Indonesia BRIDGE School Partnerships mempertemukan sekolah dari dua negara untuk kolaborasi pembelajaran.  Program INOVASI yang memasuki fase ketiga pada 2024–2027 juga terus mendorong peningkatan literasi dan numerasi pendidikan dasar. Program tersebut memperoleh pendanaan sebesar 55 juta dolar Australia.

Di bidang ekonomi, hubungan Indonesia-Australia ditopang perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang berlaku sejak Juli 2020. Perjanjian ini mendorong lonjakan perdagangan dan investasi. Nilai perdagangan dua arah meningkat tajam, dari 12,91 miliar dolar Australia pada 2020 menjadi 35,38 miliar dolar Australia pada akhir 2024. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,13 miliar dolar Australia. Investasi pun tumbuh signifikan. Pada 2024, investasi Australia di Indonesia mencapai 1,36 miliar dolar AS, sementara investasi Indonesia di Australia tercatat 1,42 miliar dolar AS. 

Hubungan bilateral juga diperkuat sektor pariwisata. Sekitar 1,75 juta warga Australia mengunjungi Indonesia pada periode 2024–2025, menjadikan pariwisata salah satu penggerak utama kerja sama ekonomi kedua negara.

BACA JUGA:Bupati Fikri Tegaskan Kepala OPD Wajib Paparkan Langsung Kesiapan Pembangunan 2026

BACA JUGA:Maksimalkan PAD, Pemkab Rejang Lebong Siapkan Uji Petik Berkala

Kategori :