CURUPEKSPRESS.COM – Proyek pembangunan atau rehabilitasi Puskesmas Sambirejo di Kecamatan Selupu Rejang kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari DPRD Rejang Lebong yang menilai hasil pekerjaan belum maksimal meski anggaran yang digelontorkan mencapai Rp3,4 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sorotan tersebut disampaikan langsung Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Komisi III, Senin (23/2). Dalam tinjauan tersebut, pihaknya menemukan sejumlah kerusakan pada bangunan yang baru saja selesai direhabilitasi.
“Kami turun bukan untuk mencari kesalahan, tetapi ingin memastikan pekerjaan sesuai dengan perencanaan. Namun dari hasil sidak, kami menemukan beberapa kondisi yang memprihatinkan. Ada dinding retak, pintu yang rusak, plafon bocor, hingga keramik yang tidak rata. Ini tentu mengecewakan karena anggaran yang digunakan tidak sedikit,” ungkap Yayan.
BACA JUGA: Soal Kasus Korupsi PDAM, Eks Bupati Rejang Lebong Dipanggil Kejari
BACA JUGA:Rumah Mantan Bupati Bando Amin Digeledah Jaksa, Dugaan Korupsi Lahan GOR Kepahiang Mencuat
Menurutnya, proyek dengan nilai miliaran rupiah seharusnya menghasilkan kualitas bangunan yang baik dan layak digunakan dalam jangka panjang. Ia menegaskan agar pihak pelaksana segera melakukan pembenahan selama masa pemeliharaan yang masih berlangsung.
“Masih ada masa pemeliharaan sekitar tiga sampai enam bulan. Anggarannya juga tersedia. Kami minta kontraktor atau pelaksana memanfaatkan masa itu untuk memperbaiki seluruh kekurangan yang ada. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” tegasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek rehab Puskesmas Sambirejo, Heri Wartono, S.K.M., M.M., mengakui bahwa selama proses pengerjaan terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan. Ia menyebut faktor cuaca dan kondisi tertentu sempat memengaruhi progres pekerjaan.
“Memang ada hambatan saat pelaksanaan, termasuk kondisi lapangan dan cuaca. Pekerjaan juga sempat mengalami keterlambatan dan mendapat perpanjangan waktu, meski hanya tiga hari dengan tambahan biaya sekitar Rp10 juta,” jelas Heri.
BACA JUGA:Bupati Rejang Lebong Saat Berkunjung Ke Kemenristek Dikti RI Bahas SMA Unggul Garuda
BACA JUGA: Bupati: Jangan Buang Sampah ke Sungai
Ia menambahkan, meski pembangunan fisik telah dinyatakan rampung, masih terdapat masa pemeliharaan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan terhadap temuan-temuan di lapangan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana agar masa pemeliharaan benar-benar dimaksimalkan untuk menyempurnakan pekerjaan,” katanya.
Dengan adanya temuan tersebut, DPRD berharap kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Sambirejo tidak terganggu akibat persoalan teknis bangunan. Pengawasan lanjutan pun dipastikan akan terus dilakukan guna memastikan proyek yang bersumber dari anggaran negara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
BACA JUGA:Ini Daftar 4 Kepala SMP dan 15 Kepala SD yang Dilantik Wabup Rejang Lebong