Poop Coffee, Fenomena Kopi dari Kotoran Hewan yang Jadi Komoditas Termahal di Dunia

Senin 02-03-2026,19:46 WIB
Editor : Ab Gafur

Berbeda dari jenis lain, kopi ini tidak melewati saluran pencernaan. Monyet hanya mengunyah ceri kopi dan memuntahkan bijinya. Enzim pada air liurnya menciptakan rasa manis alami dan sedikit fermentatif. Karena bergantung penuh pada monyet liar, produksi dan kualitasnya sulit diprediksi. Meski tidak termasuk kategori "poop coffee" sejati, industri sering memasukkannya dalam kelompok naturally refined karena proses alaminya yang unik.

Meski poop coffee menawarkan karakter rasa yang berbeda, mulai dari nutty-earthy pada luwak, floral-cokelat pada Black Ivory, hingga fruity-bright pada kopi kelelawar, para ahli menilai bahwa daya tarik utamanya sering kali lebih berkaitan dengan keunikannya, bukan semata kualitas sensori. Selain itu, pemalsuan produk, isu kesejahteraan hewan, serta perbedaan drastis kualitas antara kopi liar dan kopi hasil penangkaran tetap menjadi tantangan besar yang harus diperhatikan konsumen.  

Kategori :