CURUPEKSPRESS.COM - Tradisi mudik Lebaran menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan jauh melalui berbagai moda transportasi, termasuk jalur darat. Di Pulau Sumatera, salah satu jalur utama yang selalu dipadati kendaraan saat musim mudik adalah Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum). Jalur nasional ini berperan penting sebagai penghubung berbagai provinsi di Sumatera, sehingga menjadi urat nadi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Memasuki periode mudik tahun 2026, sejumlah titik di Jalinsum diperkirakan akan mengalami kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa lokasi juga berpotensi menjadi titik rawan kecelakaan akibat kondisi jalan, aktivitas masyarakat, serta tingginya volume kendaraan yang melintas.
Salah satu kawasan yang diprediksi padat adalah jalur yang menghubungkan Jambi, Palembang, hingga Lampung. Ruas tol Betung-Tempino-Jambi, terutama pada segmen Bayung Lencir - Simpang Ness, diperkirakan akan menjadi titik konsentrasi kendaraan pemudik. Selain itu, jalur Bakauheni - Kayu Agung - Palembang juga sering dipadati kendaraan karena menjadi jalur strategis menuju Pelabuhan Bakauheni.
Kepadatan kendaraan tidak hanya terjadi di jalan tol, tetapi juga pada ruas Jalinsum non-tol yang menjadi jalur penghubung antarprovinsi. Ketika arus kendaraan meningkat drastis, potensi kemacetan akan semakin besar, terutama di persimpangan jalan dan kawasan permukiman.
BACA JUGA:Jelang Idul Fitri 1457 H, TPID Intensifkan Pengawasan Harga Bapokting
BACA JUGA: Awal 2026 Ditemukan Dua Kasus Baru HIV, Total Penderita di Rejang Lebong Capai 119 Orang
• Titik Rawan di Sumatera Utara
Di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa titik seperti Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam (Desa Pagar Jati) diprediksi menjadi lokasi rawan kemacetan. Kondisi ini dipicu oleh adanya perbaikan jalan serta beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan pemetaan Dinas Perhubungan Sumatera Utara, terdapat 147 titik rawan di jalur mudik yang terdiri dari titik rawan kecelakaan, kemacetan, serta longsor. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat risiko di jalur darat masih cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi dengan pengawasan dan pengaturan lalu lintas yang baik.
• Kepadatan Jalur di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, jalur Lembah Anai hingga Silaing juga dikenal sebagai kawasan yang sering mengalami kepadatan kendaraan saat musim libur panjang. Jalur ini memiliki karakteristik jalan berkelok dan berada di kawasan perbukitan, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra bagi pengemudi.
Selain faktor geografis, kemacetan juga sering dipicu oleh aktivitas masyarakat di sekitar pasar tradisional, seperti Pasar Usang, Lubuk Alung, dan Sicincin. Aktivitas jual beli yang meluber hingga ke badan jalan yang sering disebut sebagai pasar tumpah dapat memperlambat arus kendaraan, terutama pada masa menjelang hari raya.
Menurut Dinas Perhubungan Sumatera Barat, terdapat sedikitnya 26 titik rawan kemacetan di jalur mudik provinsi tersebut. Titik-titik ini umumnya berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang, serta lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
BACA JUGA: Banyak Ditiru di Media Sosial, Apakah Teknik Slapping Skincare Benar-benar Efektif?