Perjalanan Jauh dengan Mobil Listrik Saat Mudik? Ini Cara Agar Energi Tetap Efisien

Sabtu 14-03-2026,19:55 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

CURUPEKSPRESS.COM - Musim mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, tradisi tahunan ini juga identik dengan lonjakan volume kendaraan di berbagai jalur utama, khususnya di jalan tol. Pada periode mudik Lebaran 2026, PT Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui jalan tol, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

Besarnya jumlah kendaraan tersebut tentu berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama di jalur Trans Jawa yang menjadi rute favorit pemudik menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Kondisi ini menuntut para pengendara untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk bagi pengguna kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

• Tantangan Mudik Menggunakan Mobil Listrik

Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar fosil, mobil listrik memiliki karakteristik tersendiri yang perlu diperhatikan saat menempuh perjalanan jauh. Salah satu faktor penting adalah pengelolaan energi baterai agar kendaraan dapat menempuh jarak maksimal tanpa kendala di tengah perjalanan.

Selama ini, pembahasan mengenai perjalanan jauh dengan mobil listrik sering berfokus pada ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Padahal, efisiensi penggunaan energi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai atau strategi pengisian daya. Kondisi komponen kendaraan, termasuk jenis ban yang digunakan, juga memiliki peran penting dalam menentukan konsumsi energi kendaraan listrik.

Mobil listrik umumnya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil konvensional. Hal ini disebabkan oleh keberadaan baterai berkapasitas besar yang menjadi sumber tenaga utama kendaraan. Selain itu, motor listrik mampu menghasilkan torsi secara instan sehingga memberikan akselerasi yang lebih responsif.

Karakteristik tersebut membuat komponen kendaraan, terutama ban, harus mampu menopang beban yang lebih besar. Saat digunakan untuk mudik, beban kendaraan juga bertambah karena membawa penumpang serta barang bawaan. Jika mobil listrik menggunakan ban yang tidak dirancang khusus untuk karakteristik kendaraan listrik, maka hambatan gulir (rolling resistance) dapat meningkat.

Hambatan gulir yang tinggi menyebabkan motor listrik harus bekerja lebih keras untuk memutar roda. Akibatnya, energi baterai akan lebih cepat terkuras. Kondisi ini semakin terasa ketika kendaraan menghadapi kemacetan dengan pola berkendara berhenti dan berjalan (stop-and-go) yang sering terjadi di jalan tol saat musim mudik.

• Persiapan Penting Sebelum Mudik dengan Mobil Listrik

Agar perjalanan mudik menggunakan mobil listrik tetap lancar, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum berangkat.

1. Memeriksa kondisi ban secara menyeluruh

Pemeriksaan ban sebaiknya dilakukan sekitar dua hingga tiga minggu sebelum perjalanan. Pengemudi dapat melakukan inspeksi visual untuk memastikan tidak ada kerusakan, retakan, atau keausan berlebihan pada permukaan ban. Jika kendaraan terasa lebih boros energi atau muncul suara ban yang tidak biasa, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa performa ban sudah menurun.

2. Menggunakan ban yang sesuai dengan karakteristik mobil listrik

Ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik umumnya memiliki teknologi yang mampu mengurangi hambatan gulir sekaligus menopang bobot kendaraan yang lebih besar. Dengan hambatan gulir yang lebih rendah, energi baterai dapat digunakan secara lebih efisien sehingga jarak tempuh kendaraan menjadi lebih optimal.

3. Menjaga tekanan angin ban tetap ideal

Kategori :