CURUPEKSPRESS.COM - Perut terasa terlalu penuh dan kembung merupakan keluhan pencernaan yang cukup sering dialami banyak orang, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman pada perut, terasa penuh, hingga munculnya gas yang menyebabkan sendawa atau bahkan nyeri ringan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, perut kembung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika terjadi berulang kali.
Dilansir dari Hindustan Times, konsultan gastroenterologi medis dan hepatologi di Bhagwan Mahavir Manipal Hospitals, Ranchi, Dr. Shekhar Swaroop, menjelaskan bahwa perut kembung setelah makan dapat dikurangi dengan menerapkan kebiasaan makan yang lebih sehat. Perubahan kecil dalam cara makan, pilihan makanan, serta gaya hidup sehari-hari dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah bergerak ringan setelah makan. Banyak orang terbiasa langsung duduk santai atau bahkan berbaring setelah menyantap makanan dalam porsi besar. Padahal, kebiasaan ini dapat memperlambat proses pencernaan karena pergerakan usus menjadi kurang aktif. Akibatnya, gas lebih mudah menumpuk di dalam saluran pencernaan dan memicu rasa kembung. Sebaliknya, berjalan kaki santai selama sekitar 10 hingga 15 menit setelah makan dapat membantu merangsang kerja usus. Aktivitas ringan ini juga memicu refleks gastrocolic, yaitu reaksi alami tubuh yang membantu mendorong makanan bergerak melalui saluran pencernaan sehingga rasa penuh dapat berkurang secara perlahan.
Selain itu, cara mengatur porsi makan juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan. Para ahli menyarankan agar seseorang tidak mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus. Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terlalu banyak dapat membuat lambung meregang secara tiba-tiba dan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. Oleh karena itu, lebih baik makan dalam porsi yang lebih kecil tetapi dilakukan lebih sering. Cara ini memberikan tekanan yang lebih ringan pada lambung dan membantu proses pencernaan berlangsung lebih lancar.
Kebiasaan minum saat makan juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi air dalam jumlah besar saat makan dapat memperparah sensasi penuh pada perut. Hal ini terjadi karena cairan yang terlalu banyak dapat meningkatkan volume isi lambung secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, disarankan untuk minum air secukupnya secara bertahap selama makan. Jika masih merasa haus, sebaiknya menunggu sekitar 20 hingga 30 menit setelah makan sebelum minum lebih banyak. Selain itu, minuman bersoda juga sebaiknya dihindari ketika makan karena mengandung gas yang dapat memperburuk kondisi kembung.
Kebiasaan berbicara saat makan juga dapat memengaruhi kondisi pencernaan. Ketika seseorang berbicara sambil mengunyah makanan, udara dapat ikut tertelan tanpa disadari. Udara yang masuk ke dalam lambung dan usus inilah yang kemudian menumpuk dan menyebabkan perut terasa kembung. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk makan dengan perlahan dan fokus pada makanan. Mengunyah makanan dengan baik tidak hanya membantu mengurangi udara yang tertelan, tetapi juga memudahkan lambung dalam mencerna makanan.
Selain faktor kebiasaan makan, jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat memicu perut kembung. Menurut beberapa penelitian dalam bidang gastroenterologi, makanan yang menghasilkan gas seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, dan minuman berkarbonasi dapat meningkatkan produksi gas di dalam usus. Bagi sebagian orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif, makanan berlemak tinggi atau terlalu pedas juga dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman pada perut.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, para ahli juga menyarankan agar seseorang memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Mengonsumsi makanan yang kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, dapat membantu memperlancar pergerakan usus. Selain itu, menjaga kecukupan cairan, mengelola stres, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur juga berperan penting dalam menjaga fungsi sistem pencernaan tetap optimal.
Perubahan sederhana dalam gaya hidup ini tidak hanya membantu mengurangi ketidaknyamanan pada perut, tetapi juga mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.