CURUPEKSPRESS.COM - Menjelang perayaan Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah sebelum berangkat mudik. Salah satu langkah penting yang dianjurkan adalah mematikan aliran listrik serta memastikan seluruh kondisi rumah dalam keadaan aman saat ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, menyampaikan bahwa tradisi mudik telah menjadi kebiasaan tahunan masyarakat Indonesia. Pada momen tersebut, banyak warga yang pulang ke kampung halaman dan meninggalkan rumah tanpa penghuni selama beberapa hari bahkan hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengecek kembali seluruh peralatan yang berkaitan dengan listrik sebelum berangkat agar tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Menurutnya, peralatan elektronik seperti televisi, kipas angin, dispenser, hingga perangkat rumah tangga lainnya sebaiknya dicabut dari stopkontak ketika tidak digunakan. Tindakan sederhana ini dapat mengurangi potensi korsleting listrik yang kerap menjadi penyebab kebakaran rumah. Selain itu, peralatan memasak berbasis listrik maupun kompor gas elpiji tiga kilogram juga dianjurkan untuk dilepas atau dipastikan dalam kondisi aman sebelum rumah ditinggalkan.
Berdasarkan data dan pengamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, sebagian besar kasus kebakaran rumah dipicu oleh hubungan arus pendek listrik serta penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban listrik yang berlebihan. Fenomena ini juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta bahkan menunjukkan bahwa sekitar 61 persen kasus kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Fakta tersebut menunjukkan bahwa instalasi listrik yang tidak aman merupakan salah satu faktor utama penyebab kebakaran rumah.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, termasuk memastikan tidak ada kabel yang rusak, terkelupas, atau sambungan yang longgar. Selain itu, penggunaan perangkat pengaman seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) atau alat pemutus arus otomatis juga penting untuk mencegah risiko kebakaran akibat beban listrik berlebih. Perangkat ini dapat secara otomatis memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan atau korsleting.
Tidak hanya instalasi listrik, keamanan rumah secara keseluruhan juga perlu diperhatikan sebelum mudik. Warga diimbau untuk memastikan pintu dan jendela telah terkunci dengan baik, menyimpan barang berharga di tempat yang aman, serta memberitahukan kepada tetangga atau pengurus RT dan RW bahwa rumah akan ditinggalkan sementara. Langkah ini dapat membantu meningkatkan pengawasan lingkungan sehingga potensi kejahatan maupun kejadian tidak diinginkan dapat diminimalkan.
Beberapa ahli juga menyarankan agar masyarakat hanya menyalakan lampu tertentu, seperti lampu teras atau halaman, untuk memberi kesan bahwa rumah masih dihuni. Selain itu, penggunaan kamera pengawas (CCTV) atau sensor gerak juga dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan keamanan rumah selama pemiliknya berada di luar kota.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu menyatakan tetap bersiaga selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah. Petugas akan berjaga selama 24 jam guna memberikan pelayanan kepada masyarakat jika terjadi keadaan darurat. Warga dapat menghubungi layanan Damkar melalui nomor telepon 0736-5523003, WhatsApp 08117308050, maupun layanan panggilan darurat 112.
Selain menyediakan layanan darurat, petugas Damkar juga akan meningkatkan patroli pengawasan selama periode libur Lebaran, terutama di kawasan permukiman yang padat penduduk. Patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran atau situasi darurat lainnya.
Saat ini, Kota Bengkulu memiliki sembilan pos pemadam kebakaran yang tersebar di sembilan kecamatan serta satu pos khusus penyelamatan dan rescue. Dengan keberadaan pos-pos tersebut, diharapkan pelayanan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif demi menjaga keselamatan masyarakat.
Mudik Lebaran merupakan tradisi yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran bersama, masyarakat dapat menjalani mudik dengan lebih tenang, sementara rumah yang ditinggalkan tetap aman.