Diam-Diam Berbahaya, Ini Hubungan Makanan Ultraproses dengan Sulit Hamil

Jumat 10-04-2026,19:19 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

 

CURUPEKSPRESS.COM - Saat berjalan di lorong supermarket, banyak orang tanpa sadar tergoda untuk membeli aneka camilan seperti keripik, kue manis, minuman bersoda, hingga makanan siap saji. Produk-produk ini kerap dianggap sebagai comfort food yang praktis dan menggugah selera. Namun di balik kelezatannya, kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat membawa dampak kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan.

Seiring berkembangnya penelitian di bidang gizi dan kesehatan reproduksi, para ahli mulai menyoroti peran makanan ultraproses atau ultra processed foods (UPF) terhadap kesuburan. Makanan jenis ini diketahui memiliki kaitan dengan penurunan peluang kehamilan, sehingga penting untuk diwaspadai oleh perempuan usia produktif.

Secara umum, makanan ultraproses merupakan produk yang telah melalui berbagai tahapan pengolahan industri dan mengandung banyak bahan tambahan. Zat-zat seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, serta bahan kimia sintetis sering digunakan untuk meningkatkan cita rasa sekaligus memperpanjang masa simpan. Contoh yang umum dijumpai meliputi makanan ringan dalam kemasan, biskuit, sereal instan, minuman berpemanis, serta makanan cepat saji.

Berbagai penelitian global, termasuk yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menunjukkan bahwa konsumsi UPF yang tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Selain itu, studi dalam beberapa tahun terakhir juga mengaitkan pola makan ini dengan gangguan sistem hormon yang berperan penting dalam fungsi reproduksi.

Temuan terbaru dari peneliti di McMaster University yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Health semakin memperkuat kekhawatiran tersebut. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 2.500 perempuan melalui data National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), ditemukan bahwa perempuan yang mengalami kesulitan hamil cenderung memiliki konsumsi makanan ultraproses yang lebih tinggi.

Secara rinci, kelompok perempuan dengan masalah kesuburan mengonsumsi sekitar 31 persen UPF dalam pola makan harian mereka. Tidak hanya itu, mereka juga diketahui kurang mengonsumsi makanan bernutrisi seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan lemak sehat. Ketidakseimbangan ini diduga berkontribusi terhadap menurunnya kualitas kesehatan reproduksi. Bahkan, konsumsi UPF yang tinggi dikaitkan dengan penurunan peluang kehamilan hingga sekitar 60 persen.

Para peneliti menjelaskan bahwa dampak ini kemungkinan tidak hanya berasal dari kandungan gizi yang rendah, tetapi juga dari paparan bahan kimia tertentu. Senyawa seperti ftalat, bisfenol A (BPA), dan akrilamida, yang dapat berasal dari kemasan plastik atau proses produksi, diketahui berpotensi mengganggu sistem endokrin. Gangguan pada sistem hormon inilah yang kemudian dapat memengaruhi ovulasi serta keseimbangan reproduksi secara keseluruhan.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti tidak dapat diperbaiki. Perubahan pola makan menjadi langkah awal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Mengurangi konsumsi makanan ultraproses dan beralih ke makanan segar, seperti sayur, buah, protein berkualitas, serta biji-bijian utuh, dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan hormon.

Selain itu, pendekatan pola makan sehat seperti diet Mediterania juga sering direkomendasikan oleh para pakar kesehatan karena kaya akan antioksidan dan lemak sehat yang mendukung fungsi reproduksi. Pola makan ini menekankan konsumsi makanan alami dan minim pengolahan, sehingga dapat mengurangi paparan zat berbahaya dari produk industri.

Perlu dipahami bahwa dampak makanan ultraproses terhadap kesuburan masih terus diteliti lebih lanjut. Namun, bukti yang ada saat ini sudah cukup menunjukkan adanya hubungan yang patut diperhatikan. Kesadaran masyarakat terhadap jenis makanan yang dikonsumsi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Dengan demikian, membatasi konsumsi produk olahan dan mulai beralih ke pola makan yang lebih alami serta seimbang merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. Upaya ini tidak hanya meningkatkan peluang kehamilan, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh dalam jangka panjang. 

 

 

Kategori :