CURUPEKSPRESS.COM - Menentukan rutinitas perawatan kulit, khususnya penggunaan sunscreen, kerap menjadi tantangan tersendiri ketika kulit sedang mengalami breakout. Dalam kondisi ini, banyak orang berada dalam dilema, antara tetap menggunakan sunscreen demi perlindungan kulit atau menghentikannya karena khawatir memperparah jerawat. Padahal, menurut berbagai sumber dermatologi terpercaya, perlindungan dari sinar ultraviolet (UV) tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit, bahkan saat jerawat sedang aktif.
Paparan sinar UV diketahui dapat memperburuk kondisi kulit berjerawat. Selain meningkatkan risiko hiperpigmentasi pascainflamasi (bekas jerawat yang menggelap), sinar UV juga dapat memicu peradangan lebih lanjut. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen tetap dianjurkan sebagai bagian dari rutinitas harian. Namun, tantangan muncul ketika sebagian pemilik kulit acne-prone merasakan efek kurang nyaman, seperti sensasi perih, greasy, atau munculnya clogged pores setelah menggunakan produk tertentu.
Dalam praktiknya, banyak dermatolog merekomendasikan penggunaan physical sunscreen dengan SPF 30 bagi kulit yang sedang berjerawat aktif. Rekomendasi ini tidak hanya didasarkan pada angka SPF, tetapi juga mempertimbangkan jenis filter yang digunakan serta tingkat toleransi kulit terhadap produk tersebut. Physical sunscreen, yang juga dikenal sebagai mineral sunscreen, umumnya mengandung zinc oxide dan titanium dioxide. Kedua bahan ini bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari permukaan kulit, berbeda dengan chemical sunscreen yang menyerap sinar tersebut.
Keunggulan utama dari physical sunscreen terletak pada sifatnya yang cenderung lebih lembut di kulit sensitif. Menurut literatur dermatologi, zinc oxide memiliki efek menenangkan (soothing) dan antiinflamasi ringan, sehingga dapat membantu meredakan kemerahan pada kulit yang meradang. Hal ini menjadi relevan terutama bagi individu yang sedang menggunakan bahan aktif seperti retinoid, benzoil peroksida, asam salisilat, atau eksfoliator lainnya yang berpotensi melemahkan skin barrier. Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, sehingga pemilihan produk yang lebih tolerable menjadi sangat penting.
Selain jenis sunscreen, tingkat SPF juga menjadi pertimbangan. Secara umum, SPF 30 mampu menyaring sekitar 97 persen sinar UVB, sementara SPF 50 menyaring sekitar 98 persen. Perbedaan ini relatif kecil, namun formulasi SPF yang lebih tinggi biasanya membutuhkan lebih banyak bahan aktif dan agen pembentuk lapisan (film-forming agents). Akibatnya, tekstur sunscreen SPF 50 cenderung lebih tebal dan terasa lebih oklusif di kulit. Pada kondisi kulit yang sedang meradang, tekstur seperti ini berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman dan bahkan memperparah kondisi pori-pori yang tersumbat.
Untuk penggunaan sehari-hari, SPF 30 sebenarnya sudah memenuhi standar perlindungan minimal yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan kulit, selama diaplikasikan dalam jumlah yang cukup dan diulang setiap beberapa jam. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dermatolog lebih sering menyarankan penggunaan physical sunscreen SPF 30 bagi pemilik kulit berjerawat, terutama dalam fase breakout aktif.
Meski demikian, pemilihan produk tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Beberapa kriteria yang umumnya dianjurkan antara lain memilih produk dengan label non-comedogenic, bebas pewangi (fragrance-free), serta memiliki perlindungan broad spectrum terhadap UVA dan UVB. Selain itu, tekstur juga menjadi faktor penting, pilihlah sunscreen yang ringan, tidak berminyak, dan minim white cast agar nyaman digunakan secara konsisten.
Di pasaran, terdapat berbagai pilihan physical sunscreen dengan SPF 30 yang diformulasikan khusus untuk kulit acne-prone. Beberapa di antaranya seperti SKIN1004 Madagascar Centella Air-Fit Suncream Light SPF30 PA+++, Skin Game Panthenol Physical Sunscreen SPF 35 PA+++, serta Wardah UV Shield Acne Calming Sunscreen Moisturizer SPF 35 PA++. Produk-produk ini dikenal memiliki formula yang relatif ringan dan difokuskan untuk menjaga keseimbangan kulit tanpa memperparah kondisi jerawat.
Dengan pemilihan formula yang tepat serta penggunaan yang konsisten, perlindungan kulit dapat tetap optimal tanpa harus mengorbankan kenyamanan.