Benarkah Kopi Baik untuk Mental? Ini Penjelasan Berdasarkan Penelitian

Sabtu 18-04-2026,13:52 WIB
Reporter : Lola Anggraini
Editor : Ab Gafur

 

CURUPEKSPRESS.COM - Kabar baik datang bagi para penikmat kopi. Minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di berbagai belahan dunia ini ternyata tidak hanya berfungsi sebagai penambah energi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah tertentu dapat membantu menurunkan risiko gangguan mental.

Melansir dari CNBC Indonesia, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders mengungkap bahwa konsumsi kopi sebanyak dua hingga tiga cangkir per hari berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik, khususnya pada pria. Sebaliknya, konsumsi berlebihan, yakni lebih dari lima cangkir per hari, justru dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data lebih dari 460.000 responden berusia 40 hingga 69 tahun. Para peserta diminta memberikan informasi terkait kebiasaan konsumsi kopi mereka, termasuk jenis kopi yang diminum, seperti kopi instan, kopi bubuk, maupun kopi tanpa kafein. Penelitian ini dilakukan dalam jangka panjang, dengan periode pemantauan rata-rata mencapai 13,4 tahun.

Hasil analisis menunjukkan adanya pola hubungan berbentuk huruf "J". Artinya, individu yang mengonsumsi kopi dalam jumlah moderat memperoleh manfaat yang lebih optimal dibandingkan mereka yang mengonsumsi terlalu sedikit atau justru berlebihan. Pola ini menguatkan anggapan bahwa keseimbangan dalam pola konsumsi menjadi faktor penting dalam memperoleh manfaat kesehatan.

Selain itu, hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental ditemukan lebih kuat pada pria dibandingkan perempuan. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa faktor lain seperti gaya hidup, pola makan, serta kondisi kesehatan individu tetap berperan dalam menentukan dampak konsumsi kopi.

Kopi diketahui mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif, termasuk kafein, polifenol, melanoidin, dan diterpen. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai gangguan, termasuk gangguan pada sistem saraf.

Kafein, sebagai komponen utama dalam kopi, memiliki peran penting dalam memberikan efek positif terhadap otak. Senyawa ini bekerja melalui dua mekanisme utama, yakni dengan mengaktifkan reseptor tertentu yang berkaitan dengan efek antidepresan, serta menghambat reseptor lain yang berhubungan dengan respons stres. Dengan cara ini, kafein dapat membantu menjaga fungsi saraf tetap optimal.

Sejumlah penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti demensia dan Alzheimer, serta perlambatan penurunan fungsi kognitif. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kopi memiliki potensi sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan mental kini semakin meningkat secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Kondisi seperti depresi dan kecemasan bahkan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas jangka panjang yang berdampak besar terhadap kualitas hidup.

Melihat kondisi tersebut, para ahli menilai bahwa pendekatan berbasis gaya hidup, termasuk pola makan dan konsumsi minuman seperti kopi, dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan gangguan mental. Namun, mereka tetap mengingatkan bahwa konsumsi harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. 

 

 

 

Kategori :