Dr. Goldstein menambahkan bahwa kelemahan ini bisa muncul secara tiba-tiba dan sering kali hanya berlangsung beberapa menit, tetapi tetap menjadi sinyal bahaya yang harus segera ditangani.
4. Gangguan Bicara atau Sulit Berkomunikasi
Menurut Dr. Hardik Amin, Direktur Medis Stroke di Yale New Haven Hospital, gangguan berbicara juga sangat umum terjadi saat TIA menyerang. Gejalanya antara lain :
• Sulit mengucapkan kata-kata
• Kalimat terdengar kacau atau tidak jelas
• Kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain
Masalah ini terjadi karena bagian otak yang mengatur bahasa ikut terdampak oleh aliran darah yang tersumbat.
5. Kehilangan Keseimbangan dan Koordinasi
Gejala terakhir yang sering muncul adalah masalah keseimbangan. Penderita TIA bisa tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berdiri tegak, merasa pusing, atau terjatuh tanpa sebab jelas.
Info sehat mencatat, gangguan keseimbangan ini sering muncul bersamaan dengan kelemahan pada satu sisi tubuh dan bisa membaik dalam waktu singkat, tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan medis.
Meskipun gejalanya bisa hilang sendiri, TIA merupakan peringatan bahwa stroke besar bisa terjadi kapan saja. Statistik medis menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami TIA akan mengalami stroke lebih berat dalam beberapa bulan ke depan jika tidak ditangani secara tepat.
Oleh karena itu, info sehat menekankan pentingnya bertindak cepat. Jika anda atau orang di sekitar anda menunjukkan salah satu gejala di atas, segera hubungi layanan gawat darurat atau datang ke rumah sakit terdekat.
Untuk menurunkan risiko terkena TIA dan stroke, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain :