Trump Rencanakan AS Jadi Pemimpin Global di Dunia Kripto dan AI

Presiden Donald Trump--
CURUPEKSPRESS.COM - Presiden AS ke-47, Donald Trump, baru-baru ini mengungkapkan visi besarnya di dunia internasional. Dalam pidato perdananya yang disiarkan langsung dari World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Trump mengungkapkan rencananya untuk menjadikan Amerika sebagai pusat global dalam pengembangan kripto dan kecerdasan buatan (AI).
Menurut Trump, Amerika memiliki potensi besar untuk memimpin kedua sektor ini, dan dia sudah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan AS tetap di garis depan. “Amerika memiliki cadangan energi terbesar di dunia, dan kita akan memanfaatkannya.
BACA JUGA:Trump Picu Kontroversi, Ancam Hentikan Bantuan Bencana di Wilayah Los Angeles
BACA JUGA:Resmi Dilantik, Donald Trump Gencar Dukung Pasar Kripto!
Ini akan menurunkan biaya hampir semua barang dan jasa, menjadikan AS sebagai superpower dalam manufaktur, serta pusat inovasi AI dan kripto,” kata Trump. Tak hanya itu, Trump juga memprioritaskan reformasi kebijakan domestik dan luar negeri, khususnya dalam sektor energi. Peningkatan produksi energi domestik diharapkan bisa mengurangi biaya dan meningkatkan daya saing AS di pasar global.
Salah satu langkah konkret yang akan dilaksanakan Trump adalah pembentukan kelompok kerja untuk mengurus regulasi dan kebijakan terkait kripto. Kelompok ini akan merancang peraturan baru untuk dunia aset digital dan mungkin bahkan menyusun rencana untuk cadangan nasional kripto. Trump juga ingin melindungi akses layanan perbankan bagi perusahaan kripto, setelah adanya kekhawatiran bahwa bank-bank AS mulai memutuskan hubungan dengan pelaku industri ini.
BACA JUGA:Trump Ragukan Gencatan Senjata Gaza Bisa Bertahan Lama
Selain itu, dia bersikeras untuk melarang pembentukan Central Bank Digital Currency (CBDC), karena dianggap bisa mengganggu ekosistem kripto yang sudah berkembang. Langkah-langkah ini mendapat sambutan positif dari pelaku industri kripto, terlebih setelah SEC mencabut panduan akuntansi yang dianggap memberatkan perusahaan kripto.
Kebijakan Trump yang lebih mendukung kripto ini berbeda jauh dengan pemerintahan Joe Biden yang lebih fokus pada perlindungan konsumen terhadap risiko penipuan dan pencucian uang di sektor kripto.
Sumber: