Super Flu dan Ancaman Nyata bagi Pasien Berkomorbid, Ini Penjelasan Dokter

 Super Flu dan Ancaman Nyata bagi Pasien Berkomorbid, Ini Penjelasan Dokter

Super Flu dan Ancaman Nyata bagi Pasien Berkomorbid, Ini Penjelasan Dokter-ilustrasi/net-

CURUPEKSPRESS.COM - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani sebanyak 10 pasien yang terindikasi terinfeksi influenza A H3N2 subclade K, varian virus influenza yang belakangan populer disebut sebagai "super flu".

Dari jumlah tersebut, satu pasien dinyatakan meninggal dunia. Meski demikian, pihak rumah sakit menegaskan bahwa penyebab kematian pasien tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya akibat infeksi virus super flu.

Pasien yang meninggal diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang tergolong berat. Hal inilah yang membuat tim medis belum dapat menyimpulkan bahwa virus influenza menjadi penyebab utama kematian. Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa berdasarkan data perawatan, terdapat dua pasien dengan kondisi klinis berat.

BACA JUGA:3 Tips Meredakan Batuk Pilek Tanpa Harus Kerumah Sakit

BACA JUGA:Tak Selalu Aman, Ini Efek Samping Nanas bagi Kesehatan

Satu pasien dirawat di ruang perawatan berkapasitas tinggi (high care), sementara satu pasien lainnya harus menjalani perawatan di ruang intensif.

Pasien yang dirawat di ruang intensif tersebut kemudian meninggal dunia. Namun, dr. Yovita menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh penyakit bawaan yang diderita pasien. Ia mengungkapkan bahwa pasien memiliki riwayat stroke, gagal jantung, infeksi, serta gangguan ginjal.

Dengan kompleksitas kondisi tersebut, pihak rumah sakit tidak dapat memastikan bahwa kematian terjadi secara langsung akibat infeksi virus influenza A H3N2 subclade K. Pernyataan ini disampaikan dr. Yovita sebagaimana dikutip dari detikJabar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa infeksi influenza, khususnya pada varian tertentu, dapat memberikan dampak serius apabila menyerang individu dengan penyakit penyerta. Dokter spesialis paru, dr. Erlang Samoedro, SpP(K), menjelaskan bahwa influenza dapat memicu peradangan sistemik di dalam tubuh. Peradangan ini berpotensi menyebabkan kekambuhan penyakit komorbid yang sebelumnya berada dalam kondisi stabil.

BACA JUGA: Anak Susah Makan karena Kebanyakan Susu ? Ini Penjelasan Ahli

BACA JUGA: RedMagic 11 Pro Hadir di Indonesia, Siap Temani Gamer dengan Performa Stabil Tanpa Panas

Menurut dr. Erlang, virus influenza dapat merusak sistem pertahanan tubuh, sehingga respons imun menjadi tidak terkendali. Kondisi inflamasi inilah yang kemudian memperberat penyakit bawaan, seperti gangguan jantung, stroke, maupun gangguan ginjal. Dalam beberapa kasus, situasi tersebut dapat berujung pada kondisi fatal, terutama apabila pasien memiliki lebih dari satu komorbid.

Penjelasan ini disampaikan dr. Erlang kepada detikcom pada Jumat (9/1/2026), meskipun ia tidak terlibat langsung dalam penanganan pasien di RSHS.

Selain pasien dengan komorbid, kelompok lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah anak-anak dan lanjut usia. Anak-anak termasuk kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara sempurna, sehingga lebih mudah terinfeksi dan mengalami komplikasi.

Sumber: