Gejala Serangan Jantung pada Wanita Berbeda dengan Pria, Ini Penjelasannya

 Gejala Serangan Jantung pada Wanita Berbeda dengan Pria, Ini Penjelasannya

Gejala serangan jantung pada wanita--

CURUPEKSPRESS.COM - Serangan jantung masih sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan laki-laki. Padahal, perempuan juga memiliki risiko yang sama, bahkan dalam banyak kasus justru lebih berbahaya karena gejalanya sering kali tidak khas. Pada wanita, tanda-tanda Serangan jantung kerap muncul secara samar dan tidak selalu disertai nyeri dada hebat seperti yang umum terjadi pada pria. Kondisi inilah yang membuat banyak perempuan terlambat menyadari bahwa dirinya sedang mengalami keadaan darurat medis.

Ketidakjelasan gejala tersebut menyebabkan sebagian wanita menunda mencari pertolongan. Banyak di antara mereka mengira keluhan yang dirasakan hanyalah kelelahan biasa, gangguan lambung, atau efek stres. Padahal, dalam dunia kardiologi dikenal ungkapan time is muscle, yang berarti waktu sangat menentukan keselamatan otot jantung. Semakin lama serangan jantung tidak ditangani, semakin luas kerusakan yang terjadi pada jaringan jantung. Hal ini ditegaskan oleh ahli jantung dr. Holly Andersen yang menyebut bahwa keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal.

Salah satu gejala yang paling sering dialami perempuan adalah kelelahan ekstrem. Rasa lelah memang lazim dirasakan setelah menjalani aktivitas padat, tetapi kelelahan yang berkaitan dengan serangan jantung biasanya terasa tidak wajar. Tubuh menjadi sangat lemah, sulit digerakkan, bahkan disertai rasa berat pada otot. Berdasarkan laporan dari Prevention, sekitar 70 persen wanita yang mengalami serangan jantung mengaku merasakan kelelahan tidak biasa beberapa waktu sebelumnya. Sayangnya, gejala ini sering diabaikan karena dianggap sebagai konsekuensi dari rutinitas harian.

BACA JUGA: Honda Brio Satya S CVT Resmi Meluncur, Ini Daftar Harga Lengkap Mobil LCGC Januari 2026

BACA JUGA: Sakit Kepala Saat Haid, Normal atau Berbahaya ? Ini Penjelasannya

Selain kelelahan, gangguan pencernaan juga menjadi tanda yang kerap menyesatkan. Perasaan panas di dada, perut terasa penuh, mual, atau nyeri seperti maag berat dapat muncul karena letak jantung yang berdekatan dengan lambung. Banyak perempuan memilih bertahan di rumah dan mengonsumsi obat lambung karena mengira keluhan tersebut tidak berbahaya. Menurut dr. Marla A. Mendelson, masih sering ditemukan kasus wanita yang mengobati diri sendiri dengan antasida, padahal sebenarnya sedang mengalami gangguan pada jantung.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah nyeri yang menjalar ke rahang dan punggung. Ketika aliran darah menuju jantung terganggu, rasa sakit dapat menyebar dari dada ke bagian tubuh lain, seperti rahang, leher, bahu, atau punggung atas. Bahkan, pada sebagian orang, nyeri tersebut terasa seperti sakit gigi. Perlu dipahami bahwa setiap individu dapat merasakan lokasi dan intensitas nyeri yang berbeda-beda, sehingga tidak ada satu pola tunggal yang dapat dijadikan patokan.

Rasa panas di dada atau heartburn juga sering disalahartikan sebagai masalah asam lambung. Padahal, kondisi ini dapat menjadi sinyal adanya gangguan jantung. dr. Erin Donnely Michos menjelaskan bahwa posisi jantung yang berada dekat dengan kerongkongan dapat menyebabkan serangan jantung terasa seperti mulas.

BACA JUGA: Minuman Bersoda untuk Berbuka Puasa, Ini Fakta dan Risikonya

BACA JUGA: Yamaha Buka 2026 dengan Penyegaran Lexi LX 155, Apa Saja yang Baru ?

Heartburn yang patut dicurigai biasanya muncul secara tiba-tiba, belum pernah dialami sebelumnya, berlangsung lebih dari lima hingga tujuh menit, serta tidak membaik meskipun penderita sudah beristirahat atau duduk tenang.

Selain itu, sesak napas juga merupakan tanda penting yang kerap muncul tanpa disertai nyeri dada. Perempuan bisa merasa sulit bernapas saat sedang beristirahat atau hanya melakukan aktivitas ringan. Ahli jantung dr. Amy Sarma menegaskan bahwa serangan jantung dapat dialami setiap orang dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, tidak adanya nyeri dada tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan kemungkinan gangguan jantung.

Serangan jantung pada perempuan sering kali menunjukkan gejala yang tidak khas dan mudah disalahartikan sebagai keluhan ringan. Kesadaran akan perbedaan gejala ini sangat penting agar perempuan tidak menunda mencari pertolongan medis. Dengan mengenali sinyal tubuh sejak dini dan bertindak cepat, risiko kerusakan jantung yang lebih parah dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan peluang keselamatan dan kualitas hidup penderita.  

 

Sumber: