Inilah Cara Mengecas HP yang Dianjurkan agar Baterai Tetap Awet

  Inilah Cara Mengecas HP yang Dianjurkan agar Baterai Tetap Awet

Cas HP-ist-

CURUPEKSPRESS.COM - Kesadaran akan cara mengecas ponsel yang benar masih tergolong rendah, padahal kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh terhadap usia pakai dan performa perangkat. Banyak pengguna tidak menyadari bahwa kesalahan kecil saat mengisi daya dapat menyebabkan baterai tidak terisi secara optimal. Jika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali, dampaknya tidak hanya membuat daya cepat habis, tetapi juga menurunkan kinerja ponsel secara keseluruhan. Dalam kondisi ekstrem, panas berlebih akibat kesalahan pengecasan bahkan dapat memicu kerusakan komponen internal, seperti CPU, yang berpotensi membahayakan pengguna.

Oleh sebab itu, memahami dan menerapkan cara pengisian daya yang tepat menjadi hal penting bagi setiap pemilik ponsel. Beberapa panduan berikut dirangkum dari sumber terpercaya dan dapat dijadikan acuan agar baterai tetap awet serta perangkat tetap aman digunakan.

Pertama, penggunaan kabel dan adaptor pengisi daya resmi sangat dianjurkan. Charger bawaan atau yang direkomendasikan produsen telah dirancang sesuai dengan spesifikasi perangkat, baik dari segi tegangan maupun arus listrik. Sebaliknya, charger dari pihak ketiga yang tidak memiliki sertifikasi berisiko memberikan aliran listrik yang tidak stabil. Hal ini dapat mempercepat penurunan kualitas baterai, bahkan meningkatkan risiko korsleting. Dengan memilih charger asli, pengguna tidak hanya menjaga daya tahan baterai, tetapi juga meminimalkan potensi kerusakan perangkat.

BACA JUGA: 10 Manfaat Jeruk Nipis untuk Rambut Sehat, Kuat, dan Berkilau Secara Alami

BACA JUGA:Ini Lokasi Wisata Rumah Marmut dan Jeruk BW di Curup

Kedua, hindari menggunakan ponsel saat sedang diisi daya. Kebiasaan bermain gim, menonton video, atau melakukan panggilan telepon ketika mengecas masih sering dilakukan. Padahal, aktivitas tersebut memaksa CPU dan GPU bekerja lebih keras sehingga menghasilkan panas. Di sisi lain, proses pengisian baterai juga menimbulkan suhu panas tersendiri. Ketika dua sumber panas ini terjadi bersamaan, suhu perangkat dapat meningkat drastis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempercepat degradasi baterai dan memengaruhi kinerja komponen internal. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna memprioritaskan proses pengisian daya tanpa disertai aktivitas berat.

Ketiga, perhatikan sirkulasi udara saat mengecas ponsel. Banyak orang mengecas perangkat di atas kasur, sofa, atau permukaan empuk lainnya. Padahal, kondisi tersebut dapat menghambat pelepasan panas dari bodi ponsel. Akibatnya, panas terperangkap di dalam perangkat dan meningkatkan risiko overheat. Produsen seperti Apple bahkan merekomendasikan untuk melepas casing ponsel saat mengisi daya. Beberapa jenis casing, terutama yang tebal atau berbahan tertentu, dapat menahan panas berlebih dan berdampak pada kapasitas serta umur baterai.

Keempat, meskipun ponsel modern telah dilengkapi sistem perlindungan untuk mencegah pengisian daya berlebihan, kebiasaan mengecas terlalu lama tetap perlu diperhatikan. Umumnya, perangkat akan menghentikan aliran listrik ketika baterai mencapai 100 persen. Namun, membiarkan ponsel terus terhubung dengan charger dalam waktu lama dapat meningkatkan suhu baterai. Apple, misalnya, telah menghadirkan fitur Optimized Battery Charging sejak iOS 13 yang membatasi pengisian hingga 80 persen ketika ponsel terhubung ke charger dalam jangka panjang. Beberapa produsen Android bahkan menyediakan fitur tambahan seperti pembatasan pengisian cepat dan pengisian daya pass-through untuk menjaga kesehatan baterai.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, pengguna tidak hanya memperpanjang usia baterai, tetapi juga menjaga keamanan dan performa ponsel dalam jangka panjang.  

BACA JUGA: Tahun Ini Enam CJH Rejang Lebong Dipastikan Berangkat

BACA JUGA:Desa di Rejang Lebong Prioritaskan Dana Desa Tahap I untuk Penanganan Stunting

 

 

 

Sumber: