Efek Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa, Apa Kata Dokter?

Efek Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa, Apa Kata Dokter?

Efek Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa, Apa Kata Dokter?--

 

CURUPEKSPRESS.COM - Air kelapa sejak lama dikenal sebagai minuman alami yang menyegarkan. Tidak heran jika banyak orang memilihnya sebagai sajian saat berbuka puasa. Sensasi dingin dan rasanya yang ringan kerap dianggap mampu mengembalikan kesegaran tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Selain itu, Air kelapa juga dipercaya membantu proses rehidrasi karena kandungan elektrolit alaminya.

Dalam pemberitaan yang dimuat detik.com, seorang dokter spesialis urologi, Harrina Erlianti Rahardjo, menjelaskan bahwa pada dasarnya mengonsumsi air kelapa saat berbuka puasa diperbolehkan. Ia menyebutkan bahwa air kelapa mengandung elektrolit, yaitu zat yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan serta fungsi sel dan organ. Ketika seseorang berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama kurang lebih 12 jam atau lebih, sehingga sebagian cairan dan elektrolit dapat berkurang, terutama jika aktivitas fisik tetap dilakukan.

Meskipun demikian, ia mengingatkan agar konsumsi air kelapa tidak berlebihan. Air kelapa memang baik, tetapi bukan berarti harus menjadi satu-satunya sumber cairan saat berbuka. Tubuh tetap memerlukan air putih dalam jumlah cukup sebagai sumber hidrasi utama. Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi berbagai jenis minuman sekaligus ketika berbuka, termasuk air kelapa, hal tersebut justru dapat menimbulkan rasa kembung dan membuat penyerapan cairan menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, prinsip keseimbangan dan takaran tetap perlu diperhatikan.

Senada dengan hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Aru Ariadno juga menyampaikan kepada detik.com bahwa semua jenis cairan pada dasarnya dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Tidak ada ketentuan yang mewajibkan hanya air kelapa saja. Namun, keunggulan air kelapa terletak pada kandungan elektrolitnya yang relatif tinggi dibandingkan air putih biasa. Elektrolit seperti kalium berperan penting dalam menjaga fungsi otot, saraf, dan keseimbangan cairan tubuh.

Selama berpuasa, terutama bila seseorang tetap beraktivitas di luar ruangan atau melakukan pekerjaan fisik, tubuh dapat kehilangan cairan melalui keringat dan urine. Dalam kondisi tersebut, bukan hanya cairan yang berkurang, tetapi juga elektrolit. Kekurangan elektrolit dapat menimbulkan keluhan seperti lemas, pusing, atau kram otot. Mengonsumsi air kelapa saat berbuka dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menggantikan elektrolit yang hilang, tentu dengan tetap memperhatikan jumlah yang wajar.

Secara gizi, air kelapa juga memiliki kandungan yang cukup bermanfaat. Dalam satu gelas air kelapa sekitar 240 mililiter, terkandung kurang lebih 0,5 gram protein dan 10,2 gram karbohidrat. Selain itu, terdapat kalsium dan magnesium masing-masing sekitar 4 persen dari kebutuhan harian, fosfor sekitar 2 persen, serta kalium sekitar 15 persen dari rekomendasi kebutuhan harian. Kalium inilah yang menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga tekanan darah dan fungsi jantung tetap stabil.

Walaupun demikian, penting untuk diingat bahwa air kelapa bukanlah minuman ajaib yang dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi atau cairan tubuh. Pola berbuka puasa yang sehat tetap perlu memperhatikan keseimbangan antara air putih, makanan bergizi, serta asupan cairan lainnya. Mengonsumsi air kelapa satu gelas saat berbuka dapat menjadi pilihan yang menyegarkan, tetapi sebaiknya tetap diimbangi dengan minum air putih secara bertahap hingga waktu sahur.

Dengan pola konsumsi yang seimbang, air kelapa dapat menjadi alternatif minuman sehat untuk mendukung kebugaran selama menjalankan ibadah puasa. 

Sumber: