Jemaah Umrah Diminta Tak Mudah Tergiur Promo, Ini Pesan Penting dari Kemenhaj

Jemaah Umrah Diminta Tak Mudah Tergiur Promo, Ini Pesan Penting dari Kemenhaj

Suasana Ka'bah ketika pelaksanaan ibadah haji berlangsung.-ist-

CURUPEKSPRESS.COM - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) kembali mengingatkan masyarakat Muslim agar senantiasa berhati-hati dan teliti dalam memilih biro perjalanan ibadah Umrah. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk perlindungan kepada calon jemaah, mengingat masih maraknya kasus dugaan penipuan dan pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan Umrah di berbagai daerah.

Hingga saat ini, Kemenhaj masih menerima aduan dari masyarakat terkait praktik travel umrah yang tidak bertanggung jawab. Modus yang kerap ditemukan antara lain penawaran paket dengan harga jauh di bawah standar, keberangkatan yang tertunda tanpa kejelasan, hingga jemaah yang gagal berangkat meski telah melunasi biaya perjalanan. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga berdampak pada ketenangan dan kesiapan ibadah jemaah.

Melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah, Kemenhaj mengimbau calon jemaah untuk tidak mudah tergiur oleh promosi yang terdengar menguntungkan, tetapi tidak masuk akal secara logika. Masyarakat diminta memastikan bahwa biro perjalanan yang dipilih memiliki legalitas resmi serta rekam jejak yang jelas dalam menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah.

BACA JUGA: Skincare PDRN Lagi Viral, Ini Manfaat dan Fakta yang Perlu Kamu Tahu

BACA JUGA:Air Fryer Dinilai Lebih Aman bagi Kualitas Udara Dalam Ruangan, Ini Temuan Ilmiahnya

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kewaspadaan jemaah sejak tahap awal menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya penipuan. Ia menekankan bahwa harga murah yang tidak rasional sering kali menjadi indikator awal adanya potensi masalah. Oleh karena itu, jemaah perlu bersikap kritis, tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan selalu memastikan bahwa travel umrah telah mengantongi izin resmi dari Kemenhaj.

Menurut Andi, langkah-langkah sederhana seperti memeriksa legalitas biro perjalanan dan memahami rincian layanan yang ditawarkan sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian. Pernyataan tersebut disampaikannya di Kantor Kemenhaj pada Rabu (04/02/2026).

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, Kemenhaj juga membagikan sejumlah tips praktis yang dapat diterapkan calon jemaah untuk menghindari penipuan travel umrah. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memverifikasi legalitas agen perjalanan. Jemaah dapat mengecek apakah travel terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs resmi SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji). Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melihat status izin, nomor surat keputusan, tingkat akreditasi, serta masa berlaku izin. Travel yang tidak tercantum dalam sistem dinyatakan ilegal dan sebaiknya dihindari.

Selain legalitas, reputasi dan rekam jejak agen perjalanan juga perlu menjadi perhatian. Jemaah dianjurkan menelusuri ulasan dan testimoni dari jemaah sebelumnya melalui Google Reviews, media sosial, maupun situs resmi travel. Rekomendasi dari keluarga, kerabat, atau tokoh masyarakat yang telah berpengalaman menjalankan umrah juga dapat menjadi rujukan penting. Travel yang tidak memiliki testimoni jelas atau banyak menerima keluhan patut diwaspadai.

BACA JUGA:Jarang Disadari, Minuman Sehari-hari Ini Mengandung Magnesium Tinggi

BACA JUGA:Jangan Sembarangan Makan Buah Jatuh, Ini Risiko Virus Nipah Menurut Dokter Anak

Langkah berikutnya adalah menelaah dokumen dan rincian biaya secara cermat. Calon jemaah berhak memperoleh penjelasan lengkap mengenai komponen biaya, mulai dari tiket penerbangan, visa, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi selama di Tanah Suci. Jemaah juga perlu memastikan adanya bukti pemesanan hotel dan jadwal keberangkatan yang pasti sebelum melakukan pelunasan pembayaran. Kontrak perjanjian harus dibaca dengan saksama, khususnya terkait ketentuan pengembalian dana dan perlindungan asuransi.

Dari sisi layanan, jemaah disarankan memilih travel yang menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, fasilitas akomodasi yang layak, serta kepastian jadwal keberangkatan. Membandingkan beberapa paket umrah dari biro perjalanan yang terpercaya juga dapat membantu jemaah memperoleh pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Kemenhaj turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan penyelenggaraan umrah. Andi menegaskan bahwa laporan dari jemaah merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan dan penertiban biro perjalanan. Apabila menemukan indikasi pelanggaran, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemenhaj agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Sumber: