Rejang Lebong Dapat Kucuran Bantuan Transmigrasi, Infrastruktur dan Sekolah Jadi Prioritas

 Rejang Lebong Dapat Kucuran Bantuan Transmigrasi, Infrastruktur dan Sekolah Jadi Prioritas

Pembelajaran Di Sekolah Saat Ramadhan Lebih Singkat--

 

CURUPEKSPRESS.COM - Kabupaten Rejang Lebong kembali menerima dukungan pembangunan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pengembangan kawasan Transmigrasi Padang Ulak Tanding, yang mencakup wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding, Sindang Kelingi, dan Sindang Dataran. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Rejang Lebong, M Andhy Afrianto, mengatakan bantuan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan pelayanan publik di kawasan Transmigrasi.

“Program ini menyasar kebutuhan riil masyarakat transmigrasi. Mulai dari perbaikan sarana pendidikan, akses jalan, hingga penyediaan air bersih. Semua dirancang agar kawasan transmigrasi lebih layak dan produktif,” ujar Andhy.

Ia menjelaskan, pada sektor pendidikan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi ruang belajar di tiga sekolah yang berada di kawasan transmigrasi. sekolah tersebut meliputi SDN 132 Bengko di Sindang Dataran, SDN 154 Bukit Batu di Padang Ulak Tanding, serta SMPN 31 Talang Belitar di Sindang Dataran.

“Bangunan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah diperbaiki. Selain ruang kelas, juga dibangun fasilitas sanitasi dan sarana air bersih agar kegiatan belajar mengajar lebih nyaman,” katanya.

BACA JUGA:Melalui HyperOS 3, Xiaomi Kenalkan Fitur Home Screen+

BACA JUGA: Tak Perlu Cara Rumit, Ini Strategi Praktis Mengurangi Minuman Beralkohol

Selain pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi fokus utama. Jalan poros Desa Bukit Batu menuju kawasan transmigrasi Bukit Merbau sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer telah direhabilitasi dan dilebarkan.

“Sekarang jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Ini sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga,” jelas Andhy.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah juga membangun tiga unit sumur bor di kawasan permukiman transmigrasi Bukit Merbau. Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat mengatasi persoalan kekurangan air bersih yang selama ini dikeluhkan warga.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Dengan sumur bor ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang jaraknya jauh,” tambahnya.

Tak hanya pembangunan fisik, kawasan transmigrasi Rejang Lebong juga menjadi lokasi pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot, yakni program pendampingan berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Dalam program ini, akademisi dari Universitas Diponegoro terlibat langsung melakukan penelitian dan pendampingan sejak Agustus hingga Desember 2025.

“Hasil riset dari para akademisi ini akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pusat untuk pengembangan kawasan transmigrasi ke depan,” kata Andhy.

BACA JUGA: Keamanan Pangan Saat Ramadan, Salahkah Mencuci Ayam Sebelum Dimasak?

Sumber: