Anti Boros dan Anti Lemas ! Inilah Panduan Praktis Ramadan untuk Mahasiswa Kos

Anti Boros dan Anti Lemas ! Inilah Panduan Praktis Ramadan untuk Mahasiswa Kos

Anti Boros dan Anti Lemas ! Inilah Panduan Praktis Ramadan untuk Mahasiswa Kos --

CURUPEKSPRESS.COM - Menjalani Ramadan sebagai mahasiswa yang tinggal di kos memiliki tantangan tersendiri. Jika saat bersama keluarga kebutuhan sahur dan berbuka telah tersedia, maka sebagai perantau semuanya harus dipersiapkan secara mandiri. Jadwal perkuliahan yang padat, tugas yang terus bertambah, aktivitas organisasi, serta keterbatasan anggaran menuntut mahasiswa untuk lebih terampil mengatur diri. Oleh karena itu, puasa bagi mahasiswa kos bukan hanya persoalan menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan manajemen waktu, energi, dan keuangan.

Tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran dapat meningkat drastis, terutama karena godaan takjil dan acara buka bersama. Di sisi lain, kurangnya pengaturan pola makan dan istirahat bisa membuat tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan. Agar Ramadan tetap berjalan optimal, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan secara sistematis.

1. Menyusun Perencanaan Keuangan Sejak Awal

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran khusus Ramadan. Pola pengeluaran pada bulan puasa cenderung berbeda dengan bulan biasa karena adanya kebutuhan tambahan seperti takjil, bahan makanan lebih beragam, hingga kemungkinan mudik.

Mulailah dengan menghitung total dana yang tersedia selama satu bulan. Selanjutnya, pisahkan biaya tetap seperti listrik, air, dan iuran kos. Setelah itu, tentukan batas pengeluaran makan harian yang realistis. Misalnya, jika dana makan tersedia sebesar Rp1.000.000 per bulan, maka rata-rata pengeluaran harian sekitar Rp30.000. Namun, akan lebih bijak jika membatasi pada kisaran Rp20.000-Rp25.000 agar tersedia cadangan dana. Pencatatan sederhana melalui buku kecil atau telepon genggam dapat membantu mengontrol pengeluaran dan mencegah pembelian impulsif.

2. Mengutamakan Memasak Sendiri

Memasak sendiri merupakan pilihan yang lebih hemat dan sehat dibandingkan membeli makanan setiap hari. Mahasiswa tidak perlu menyiapkan menu yang rumit. Cukup sediakan bahan pokok seperti beras, telur, tempe, tahu, sayuran sederhana (kangkung, bayam, kol), serta bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, dan garam.

Dengan bahan tersebut, berbagai variasi menu dapat dibuat, seperti nasi dengan telur dadar sayur untuk sahur atau tumis tempe dan sup tahu untuk berbuka. Selain lebih ekonomis, memasak sendiri juga membantu mengontrol kebersihan dan kandungan gizi makanan.

3. Menerapkan Sistem Masak untuk Dua Waktu Makan

Mahasiswa dengan jadwal padat dapat menerapkan strategi memasak dalam porsi lebih besar untuk dua kali makan, yakni berbuka dan sahur. Misalnya, memasak sup ayam atau tumis tempe dalam jumlah cukup sehingga dapat dikonsumsi kembali saat sahur. Cara ini menghemat waktu, tenaga, dan biaya gas. Selain itu, mahasiswa tidak perlu memasak dalam kondisi mengantuk saat dini hari.

4. Tidak Mengabaikan Sahur

Sahur merupakan fondasi energi selama berpuasa. Melewatkannya dapat menyebabkan tubuh cepat lemas dan menurunkan konsentrasi saat kuliah. Agar tidak terlewat, biasakan tidur lebih awal, pasang lebih dari satu alarm, serta siapkan bahan makanan sejak malam hari. Menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga daya tahan tubuh, serat dari sayuran atau buah, serta air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

5. Mengendalikan Konsumsi Saat Berbuka

Menjelang waktu berbuka, berbagai jajanan sering menggoda. Namun, membeli secara berlebihan hanya akan menguras anggaran dan berpotensi mengganggu kesehatan. Biasakan berbuka dengan air putih dan makanan ringan secukupnya, kemudian lanjutkan dengan makanan utama yang bergizi seimbang. Hindari berbelanja dalam kondisi sangat lapar karena cenderung memicu pembelian berlebihan.

Sumber: