Begini Cara Menghindari Petir dengan Aman !

Begini Cara Menghindari Petir dengan Aman !

Apakah Main HP Saat Hujan Bisa Tersambar Petir? Ini Penjelasannya-ILUSTRASI/NET-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Petir yang tampak menyala di langit kerap menimbulkan rasa takut bagi banyak orang. Kilatan cahaya yang tiba-tiba disertai suara menggelegar dapat membuat siapa pun terkejut dan merinding. Pada saat hujan turun, kewaspadaan menjadi sangat penting karena Petir dapat muncul kapan saja dan berpotensi membahayakan. Untuk itu, memahami cara mengurangi risiko sambaran Petir sangat diperlukan.

Saat memasuki musim hujan, intensitas pembentukan awan hujan dan aktivitas atmosfer meningkat. Pada periode inilah salah satu bahaya yang perlu diperhatikan adalah sambaran petir. Banyak orang bertanya apakah ada cara yang efektif untuk mencegah atau menghindarinya.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, memberikan penjelasan mengenai bagaimana petir terbentuk dan mengapa fenomena ini sering muncul di Indonesia.

Menurut Miming, petir di Indonesia umumnya terbentuk dari awan cumulonimbus (Cb). Awan ini dikenal sebagai awan hujan berukuran besar dengan bentuk vertikal yang menjulang tinggi. Pada fase awal pertumbuhannya, awan Cb tampak berwarna putih, namun seiring pertumbuhan menuju fase matang, warnanya berubah menjadi abu-abu gelap. Perubahan warna ini menunjukkan bahwa awan tersebut mengandung banyak uap air dan kristal es yang saling bergesekan, sehingga memicu muatan listrik.

Tidak hanya menghasilkan petir, awan cumulonimbus juga dapat menyebabkan berbagai jenis cuaca ekstrem lain. Di antaranya hujan deras, angin kencang, bahkan puting beliung. Pembentukan awan Cb biasanya terjadi ketika kondisi atmosfer tidak stabil dan kelembapan udara sangat tinggi. Udara yang lembap menandakan bahwa konsentrasi uap air di atmosfer cukup besar, sehingga proses kondensasi dan pembentukan awan hujan menjadi lebih mudah terjadi.

Miming juga mengingatkan bahwa di lingkungan rumah, terdapat sejumlah benda yang berpotensi menjadi jalur hantaran arus listrik dari petir. Beberapa di antaranya meliputi saluran telepon, televisi, kabel listrik atau internet, talang besi, bingkai jendela berbahan logam, serta material lain yang memiliki sifat konduktif. Selain itu, benda-benda yang menjulang lebih tinggi dari bangunan sekitar juga lebih rentan tersambar petir. Contohnya tiang antena TV, tiang kabel telepon, atau tiang logam lain yang posisinya menonjol dibandingkan lingkungan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan sifat petir yang cenderung menyambar objek paling tinggi dalam radius tertentu.

Selain risiko sengatan listrik, petir juga dapat menimbulkan bahaya tidak langsung berupa kebakaran. Menurut Miming, jenis petir yang paling berpotensi menyebabkan kebakaran adalah petir cloud to ground, yaitu petir yang bergerak dari awan ke permukaan bumi. Ketika petir menyambar objek tertentu, percikan api dapat muncul dan memicu material mudah terbakar di sekitarnya.

Agar lebih aman, Miming memberikan beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan rumah. Pertama, hindari memasang antena TV atau peralatan sejenis berbahan logam yang terhubung dengan instalasi rumah, terutama jika posisinya tinggi. Antena sebaiknya dipasang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan pohon atau objek tinggi lainnya. Kedua, memasang sistem penangkal petir merupakan langkah efektif untuk mengamankan bangunan. Pohon yang tinggi dan berjarak lebih dari dua meter dari rumah juga dapat berfungsi sebagai penahan alami jika kondisinya aman.

BMKG juga memberikan panduan ketika seseorang berada di luar ruangan saat petir muncul. Beberapa langkah penting meliputi segera masuk ke dalam bangunan, tidak berteduh di bawah pohon, menjauhi kolam renang, menghindari area terbuka, menghentikan aktivitas mengendarai motor, dan menjaga jarak dari tiang listrik. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko cedera akibat sambaran petir selama musim hujan. 

 

 

 

Sumber: