Atasi Pusing Saat Puasa dengan Minuman Mineral Alami Rekomendasi dr. Zaidul Akbar
Atasi Pusing Saat Puasa dengan Minuman Mineral Alami Rekomendasi dr. Zaidul Akbar-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Menentukan pilihan menu saat berbuka puasa bukan sekadar persoalan rasa, melainkan juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan tubuh. Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh memerlukan asupan yang mampu mengembalikan energi sekaligus menjaga keseimbangan cairan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang justru memilih minuman tinggi gula seperti es sirup, es teh manis, atau aneka minuman kemasan sebagai pelepas dahaga. Padahal, pilihan tersebut belum tentu mendukung proses pemulihan tubuh secara optimal.
Dalam salah satu kajiannya, Zaidul Akbar menjelaskan bahwa keluhan seperti pusing, tubuh terasa lemas, mual ringan, atau kurang nyaman pada pekan pertama Ramadan merupakan hal yang cukup umum terjadi. Ia menilai kondisi tersebut dapat berkaitan dengan proses adaptasi sekaligus detoksifikasi alami tubuh. Ketika pola makan berubah secara signifikan, tubuh menyesuaikan diri, termasuk dalam pengaturan kadar gula darah dan keseimbangan elektrolit.
Untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, ia membagikan resep minuman sederhana yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Bahan-bahannya mudah diperoleh dan cara pembuatannya pun praktis. Minuman ini terdiri atas air mineral, madu secukupnya, dan sedikit garam.
Semua bahan tersebut dicampurkan dan diaduk hingga larut sempurna. Dalam penjelasannya, ia sempat menggunakan garam merah muda (Himalaya), tetapi pada prinsipnya jenis garam dapat disesuaikan, selama digunakan dalam jumlah wajar.
BACA JUGA: Kemenag Rejang Lebong Tetapkan Nominal Zakat Fitrah, Termurah Rp 30 Ribu
BACA JUGA:Telur Rebus Makanan Sederhana yang Mudah Diolah
Secara ilmiah, air berfungsi sebagai komponen utama dalam proses rehidrasi. Setelah seharian tidak mendapatkan asupan cairan, tubuh membutuhkan penggantian cairan yang hilang melalui keringat dan aktivitas metabolisme. Madu, di sisi lain, mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa yang dapat membantu meningkatkan energi dengan lebih cepat dibandingkan gula rafinasi. Selain itu, madu juga diketahui mengandung sejumlah kecil asam amino, vitamin, dan senyawa antioksidan.
Adapun penambahan garam dalam jumlah sedikit bertujuan membantu menggantikan elektrolit yang hilang. Elektrolit, seperti natrium, berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta fungsi saraf dan otot. Kombinasi air, madu, dan garam ini kemudian disebut sebagai minuman kaya mineral yang relatif lebih alami dibandingkan minuman berpemanis buatan.
Menariknya, minuman ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan anjuran berbuka dengan kurma, yang secara tradisi juga mengandung gula alami dan serat. Namun, campuran air, madu, dan garam dapat menjadi pelengkap yang membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sebelum mengonsumsi makanan utama. Dengan demikian, sistem pencernaan tidak langsung "terkejut" akibat asupan gula berlebih atau makanan berat dalam jumlah besar.
BACA JUGA:Air Kelapa Ternyata Tidak Lebih dari Menyegarkan Dahaga
BACA JUGA:Penyebab Kanker Usus Besar, Salah Satunya Ini
Lebih jauh, dr. Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya prinsip makan yang tepat selama Ramadan. Berbuka bukan ajang "balas dendam" setelah seharian berpuasa, melainkan momentum untuk mengisi kembali kebutuhan nutrisi secara seimbang. Ia bahkan menyarankan agar kebiasaan memberikan sirup manis sebagai bingkisan diganti dengan pilihan yang lebih alami, seperti madu, air mineral, atau air kelapa. Pilihan tersebut dinilai lebih mendukung hidrasi dan kesehatan jangka panjang.
Sumber: