Mitos atau Fakta? Makanan Lezat dan Hubungannya dengan Kenaikan Berat Badan

 Mitos atau Fakta? Makanan Lezat dan Hubungannya dengan Kenaikan Berat Badan

Mitos atau Fakta? Makanan Lezat dan Hubungannya dengan Kenaikan Berat Badan-ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM -Beredar anggapan bahwa setiap makanan yang terasa lezat pasti menjadi penyebab kenaikan berat badan. Pandangan ini terdengar logis, tetapi tidak sepenuhnya benar. Kenaikan berat badan pada dasarnya terjadi ketika jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh melebihi kalori yang dibakar melalui aktivitas harian dan olahraga. Dengan kata lain, bukan semata-mata soal enak atau tidaknya makanan, melainkan tentang kandungan gizi, jumlah konsumsi, serta keseimbangan energi secara keseluruhan.

Makanan yang cenderung memicu peningkatan berat badan umumnya memiliki kandungan kalori tinggi, terutama yang berasal dari lemak, gula, dan karbohidrat sederhana. Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang memadai, energi yang tidak terpakai akan disimpan dalam bentuk lemak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit jantung.

Namun demikian, penting untuk memahami bahwa tidak semua makanan tinggi kalori berdampak buruk bagi tubuh. Ada perbedaan mendasar antara makanan padat kalori yang kaya zat gizi dan makanan tinggi kalori tetapi miskin nutrisi. Makanan padat kalori yang bernutrisi biasanya mengandung protein, serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, memperbaiki sel, serta menjaga fungsi organ. Sebaliknya, makanan tinggi kalori yang rendah nutrisi sering kali hanya memberikan energi sesaat tanpa manfaat kesehatan jangka panjang.

Beberapa contoh makanan yang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan apabila dikonsumsi secara berlebihan antara lain nasi putih, yang merupakan sumber karbohidrat sederhana dan mudah diubah menjadi glukosa, kentang goreng yang tinggi lemak akibat proses penggorengan, daging merah berlemak yang mengandung lemak jenuh, serta makanan olahan seperti sosis dan nugget yang umumnya tinggi kalori, garam, dan bahan tambahan pangan. Minuman manis, seperti minuman bersoda dan jus kemasan, juga sering kali mengandung gula tersembunyi dalam jumlah besar sehingga meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang berarti.

Di sisi lain, bagi individu yang memiliki tujuan untuk menambah berat badan secara sehat, pendekatan yang tepat bukanlah dengan mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan. Pilihan yang lebih bijak adalah meningkatkan asupan dari makanan padat kalori yang tetap kaya nutrisi. Sumber protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan (misalnya salmon dan tuna), telur, susu full cream, yogurt, kacang-kacangan, tahu, dan tempe dapat membantu pembentukan serta perbaikan jaringan otot.

Untuk sumber karbohidrat, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, ubi jalar, kentang rebus, dan pasta gandum utuh lebih dianjurkan karena dicerna lebih lambat dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian seperti chia seed dan flaxseed, minyak zaitun, serta ikan berlemak juga penting karena berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan membantu penyerapan vitamin tertentu. Buah-buahan seperti alpukat, buah kering (kismis dan kurma), serta durian dapat menjadi tambahan kalori yang cukup signifikan, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara proporsional.

Sebaliknya, makanan yang sebaiknya dibatasi adalah gorengan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, makanan olahan dengan kandungan garam serta gula tambahan, aneka manisan dan minuman bersoda, serta produk instan atau kalengan yang rendah serat dan tinggi natrium. Konsumsi berlebihan terhadap jenis makanan ini tidak hanya meningkatkan berat badan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan metabolik.

Untuk mencapai kenaikan berat badan yang sehat, diperlukan strategi yang terencana. Tingkatkan asupan kalori secara bertahap dari sumber makanan bergizi, tambahkan camilan sehat di antara waktu makan, perbanyak konsumsi susu atau olahan tinggi protein, dan lakukan latihan kekuatan guna merangsang pertumbuhan massa otot. Dengan demikian, penambahan berat badan tidak hanya berupa lemak, tetapi juga massa otot yang bermanfaat bagi kebugaran tubuh.

Kenaikan berat badan sangat dipengaruhi oleh jenis makanan, jumlah konsumsi, serta keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Pemilihan makanan yang tepat, dikombinasikan dengan pola hidup aktif, merupakan kunci utama untuk menjaga atau meningkatkan berat badan secara sehat dan berkelanjutan. 

 

 

Sumber: