Benarkah Skincare Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasan Ahli Onkologi

Benarkah Skincare Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasan Ahli Onkologi

Benarkah Skincare Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasan Ahli Onkologi-Ist-

 

CURUPEKSPRESS.COM - Belakangan ini, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan produk perawatan kulit atau skincare semakin meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari maraknya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa beberapa bahan kimia dalam kosmetik dapat memicu penyakit serius seperti kanker. Di tengah meningkatnya jumlah diagnosis kanker di berbagai negara, isu ini pun menjadi perhatian publik.

Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar tersebut memiliki dasar ilmiah yang kuat.

BACA JUGA:Merokok Setelah Makan Terasa Nikmat, Tapi Ini Risiko Besar bagi Kesehatan

BACA JUGA:Sering Bangun Tidur dengan Mulut Pahit? Kenali Penyebab dan Solusi Tepatnya

Menurut para pakar di bidang onkologi, hampir semua produk kecantikan memang mengandung bahan kimia tertentu. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang wajar karena bahan kimia digunakan untuk menjaga stabilitas produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan efektivitasnya.

Meski demikian, yang perlu diperhatikan bukan sekadar keberadaan bahan kimia tersebut, melainkan konsentrasi zat serta durasi kontaknya dengan kulit.

Dr. Jayesh Sharma, seorang ahli onkologi dari Raipur, India, menjelaskan bahwa risiko kesehatan dari bahan kimia dalam kosmetik sangat bergantung pada kadar penggunaannya. Ia menegaskan bahwa sebagian besar produk yang beredar di pasaran telah melalui proses pengujian keamanan sebelum diizinkan untuk dijual kepada konsumen.

BACA JUGA: Bahas RUU Administrasi Pertanahan, Kementerian ATR/BPN Libatkan KAPTI-AGRARIA

BACA JUGA: Bazar Ramadan 1447 H, Kementerian ATR/BPN Santuni Para Pegawai

Oleh karena itu, selama digunakan sesuai petunjuk dan dalam batas yang telah ditetapkan oleh regulator kesehatan, produk tersebut umumnya aman bagi masyarakat.

Dalam penjelasannya, Dr. Sharma membagi produk kosmetik menjadi dua kategori utama, yaitu produk bilas (rinse-off) dan produk yang dibiarkan menempel pada kulit (leave-on). Produk bilas meliputi sampo, sabun mandi, dan pembersih wajah. Produk jenis ini hanya bersentuhan dengan kulit dalam waktu singkat sebelum dibilas dengan air.

Karena kontaknya yang sangat singkat, produk tersebut hampir tidak memiliki peluang untuk menyebabkan efek jangka panjang pada tubuh.

Ia menegaskan bahwa anggapan yang menyebutkan produk seperti sampo atau sabun wajah dapat memicu kanker merupakan informasi yang tidak tepat. Banyak klaim yang beredar di masyarakat sebenarnya berasal dari kesalahpahaman terhadap istilah ilmiah atau penelitian yang belum terbukti secara klinis pada manusia.

Sumber: