Hanya 1 Unit Berfungsi, Kepahiang Segera Beli 2 Mobil Pemadam Kebakaran Tahun Ini
Hanya 1 Unit Berfungsi, Kepahiang Segera Beli 2 Mobil Pemadam Kebakaran Tahun Ini-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Pemerintah Kabupaten Kepahiang berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran dengan merencanakan pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip, sebagai langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan armada yang selama ini menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di daerah tersebut.
Saat ini, kondisi armada pemadam kebakaran di Kabupaten Kepahiang tergolong memprihatinkan. Dari lima unit kendaraan yang tersedia, hanya satu unit yang dapat dioperasikan secara optimal. Keterbatasan ini berdampak pada lambatnya respons ketika terjadi kebakaran, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan atau memiliki akses yang sulit dijangkau.
Situasi tersebut tercermin saat peristiwa kebakaran melanda Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, pada Minggu, 29 Maret 2026. Dalam kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang terpaksa meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Bupati Zurdi Nata mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung menghubungi pimpinan daerah setempat guna memastikan bantuan armada pemadam kebakaran dapat segera dikerahkan.
Menurutnya, kondisi keterbatasan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran yang kerap terjadi di kawasan permukiman maupun lahan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati telah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan penyesuaian anggaran pada APBD Perubahan. Beberapa pos belanja akan diprioritaskan ulang agar pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penanggulangan bencana.
Selain fokus pada penambahan armada baru, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan aset yang telah dimiliki. Salah satunya adalah kendaraan pemadam kebakaran hibah dari Pemerintah Korea yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang. Bupati mengarahkan agar kendaraan tersebut dialihkan ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) agar dapat segera difungsikan.
Dalam konteks yang lebih luas, kesiapan armada pemadam kebakaran merupakan bagian penting dari sistem manajemen bencana daerah. Berdasarkan pedoman dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kesiapsiagaan daerah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia serta efektivitas koordinasi antarinstansi.
Data BNPB menunjukkan bahwa kebakaran permukiman masih menjadi salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan infrastruktur yang terbatas. Oleh karena itu, keberadaan armada pemadam kebakaran yang memadai dan siap operasional menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko kerugian, baik material maupun korban jiwa.
Di sisi lain, aspek perawatan dan pemeliharaan kendaraan juga perlu mendapat perhatian serius. Banyak daerah menghadapi kendala armada yang tidak dapat digunakan akibat kurangnya perawatan atau keterbatasan anggaran operasional. Untuk itu, pengadaan unit baru harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang baik agar kendaraan tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Pelatihan bagi petugas pemadam kebakaran, simulasi penanganan bencana, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran perlu terus ditingkatkan. Upaya preventif dinilai lebih efektif dalam menekan risiko dibandingkan penanganan setelah kejadian.
Dengan berbagai langkah yang tengah diupayakan, Pemerintah Kabupaten Kepahiang diharapkan mampu membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih tangguh dan responsif. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan siap menghadapi potensi bencana.
Sumber: