Inilah Strategi Menjaga Keseimbangan Emosi Selama Puasa
Inilah Strategi Menjaga Keseimbangan Emosi Selama Puasa-Ist-
CURUPEKSPRESS.COM - Dokter Spesialis Kejiwaan (Psikiater) Revit Jayanti membagikan sejumlah kiat menjaga kesehatan mental selama berpuasa . Menurutnya, puasa pada hakikatnya menghadirkan keberkahan dan ketenteraman batin.
Namun, perubahan pola hidup yang cukup signifikan selama puasa tetap dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis seseorang. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan strategi yang tepat agar keseimbangan mental tetap terjaga.
Secara neurologis, ketika seseorang tidak makan selama beberapa jam, kadar gula darah menurun sehingga tubuh lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih sensitif secara emosional. Selain itu, perubahan pola tidur dapat meningkatkan kadar kortisol atau hormon stres pada masa-masa awal puasa.
Di sisi lain, puasa juga memberikan manfaat biologis melalui proses autophagy, yaitu proses pembersihan dan peremajaan sel, termasuk sel otak. Proses ini mendukung perlindungan serta perbaikan sel saraf dan dapat meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang berperan penting dalam fungsi kognitif dan regulasi emosi.
Artinya, jika dijalani dengan pola yang sehat, puasa justru dapat mendukung kesehatan mental dalam jangka panjang.
Agar kesehatan mental tetap stabil selama Ramadan, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan :
1. Mengakui dan memvalidasi emosi.
Langkah pertama adalah menyadari bahwa rasa lelah, mudah tersinggung, atau perubahan suasana hati merupakan hal yang wajar. Mengakui perasaan tersebut bukanlah tanda kelemahan. Justru, kemampuan mengenali dan memahami emosi merupakan bentuk kedewasaan psikologis.
Ketika emosi muncul, cobalah bertanya pada diri sendiri, apa yang sedang saya rasakan? Mengapa perasaan ini muncul? Banyak orang kesulitan mengenali emosinya karena sejak kecil terbiasa diminta menahan atau mengabaikan perasaan.
Oleh sebab itu, belajar memvalidasi emosi menjadi langkah penting. Jika memungkinkan, berbicaralah dengan orang yang dipercaya. Namun, refleksi diri atau berdialog secara positif dengan diri sendiri juga dapat menjadi alternatif yang efektif.
2. Mengelola energi melalui pola tidur dan pola makan.
Selama puasa, yang perlu diatur bukan hanya waktu, tetapi juga energi. Pastikan kebutuhan tidur tetap terpenuhi meskipun jadwal berubah. Hindari begadang tanpa keperluan yang mendesak. Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka agar kadar gula darah lebih stabil.
Asupan yang cukup membantu menjaga konsentrasi dan kestabilan emosi. Dengan energi yang terkelola baik, tubuh dan pikiran lebih siap menjalani aktivitas harian.
Sumber: