BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pelayanan, ATR/BPN Susun Program Pelatihan SDM Berkelanjutan
• Penurunan Produktivitas Harian
Tidur yang tidak nyenyak menyebabkan tubuh dan otak tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Akibatnya, konsentrasi menurun, mudah lelah, dan performa belajar atau bekerja menjadi tidak optimal di siang hari.
Mengelola overthinking membutuhkan kesadaran dan konsistensi. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain :
1. Latihan Mindfulness dan Pernapasan
Teknik mindfulness membantu individu fokus pada saat ini, bukan terjebak pada masa lalu atau masa depan. Latihan pernapasan sederhana sebelum tidur terbukti mampu menurunkan stres dan membantu tubuh lebih rileks.
2. Membangun Rutinitas Malam yang Menenangkan
Kegiatan seperti journaling, membaca buku ringan, atau mendengarkan musik tenang dapat membantu otak "menutup" hari dengan lebih positif. Membatasi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur juga sangat disarankan.
3. Mencari Bantuan Profesional
Jika overthinking sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang tepat. Terapi Kognitif Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) terbukti efektif dalam membantu mengubah pola pikir yang maladaptif.
Overthinking di malam hari merupakan fenomena yang semakin umum dialami oleh Generasi Z dan tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, overthinking dapat berdampak serius pada kualitas tidur, kesehatan mental, dan produktivitas.
BACA JUGA:Tak Selalu Aman, Ini Efek Samping Nanas bagi Kesehatan
BACA JUGA: Daftar Makanan yang Harus Dibatasi Saat Diet agar Lemak Perut Cepat Hilang
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental menjadi kunci utama untuk keluar dari siklus pikiran negatif. Mengatasi overthinking bukan hanya tentang tidur lebih cepat, tetapi tentang belajar memahami, menerima, dan mengelola pikiran dengan lebih sehat. Dengan langkah yang tepat dan dukungan yang memadai, Gen Z dapat menghadapi tantangan zaman tanpa harus terjebak dalam beban mental yang melelahkan.