CURUPEKSPRESS.COM - Perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor bukan sekadar aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan juga menuntut kesiapan fisik dan mental pengendara. Berkendara dalam durasi panjang membutuhkan kondisi tubuh yang prima, konsentrasi yang terjaga, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat di berbagai situasi jalan. Namun, di tengah keinginan untuk segera mencapai tujuan, masih banyak pengendara yang mengabaikan satu aspek penting, yaitu pengaturan waktu dan cara beristirahat yang benar.
Kelelahan saat berkendara dapat memberikan dampak serius terhadap keselamatan. Ketika tubuh mulai lelah, tingkat kewaspadaan akan menurun, refleks menjadi lebih lambat, dan kemampuan fokus berkurang. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat menghadapi lalu lintas padat, cuaca yang tidak menentu, atau kondisi jalan yang kurang ideal. Oleh karena itu, pengendara sepeda motor perlu memahami bahwa mengenali batas kemampuan diri dan memberikan waktu istirahat yang cukup merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara.
Sebagai langkah awal menjaga kondisi tubuh tetap optimal selama perjalanan jauh, pengendara disarankan untuk menerapkan pola istirahat yang teratur. Idealnya, istirahat dilakukan setiap dua jam berkendara atau setelah menempuh jarak sekitar 100 kilometer. Jeda waktu ini berfungsi untuk memulihkan energi, merilekskan otot, serta membantu menjaga konsentrasi agar tetap maksimal saat perjalanan dilanjutkan.
BACA JUGA: Tak Hanya Telur Ayam, Ini Alasan Telur Puyuh Cocok untuk MPASI
BACA JUGA: Virus Nipah Kembali Terjadi, Seberapa Berbahaya bagi Manusia ?
Selain itu, pengendara perlu segera menghentikan perjalanan ketika mulai merasakan kelelahan atau kantuk. Gejala seperti sering menguap, mata terasa berat, pandangan mulai kabur, hingga kesulitan mempertahankan fokus merupakan sinyal alami dari tubuh bahwa istirahat sangat dibutuhkan. Mengabaikan tanda-tanda tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Pengendara sebaiknya memanfaatkan fasilitas umum seperti rest area, SPBU, atau tempat aman lainnya untuk berhenti sejenak dan memulihkan kondisi.
Saat beristirahat, melakukan peregangan ringan juga sangat dianjurkan. Peregangan pada area leher, bahu, lengan, punggung, dan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah serta mengurangi ketegangan otot akibat posisi berkendara yang relatif statis. Dengan tubuh yang lebih rileks, rasa pegal dapat berkurang dan kebugaran akan kembali meningkat sebelum melanjutkan perjalanan.
Asupan makanan dan minuman juga memiliki peran penting dalam menjaga stamina selama perjalanan jarak jauh. Pengendara disarankan memilih makanan ringan yang bergizi dan mudah dicerna. Konsumsi makanan tinggi lemak atau karbohidrat berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa kantuk. Di samping itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih secara cukup sangat penting untuk mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan konsentrasi.
Meskipun istirahat sangat penting, durasinya tetap perlu diatur dengan baik. Waktu istirahat yang ideal berkisar antara 10 hingga 20 menit. Istirahat yang terlalu lama justru dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengurangi kesiapan untuk kembali berkendara. Oleh karena itu, pengendara perlu menyesuaikan durasi istirahat agar tubuh kembali segar tanpa kehilangan ritme perjalanan.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Harga Kopi di Rejang Lebong Terpantau Stabil
BACA JUGA:Bantuan Smartboard TV untuk Sekolah di Rejang Lebong Berlanjut
Sebelum melanjutkan perjalanan, pastikan kondisi tubuh benar-benar siap. Pikiran harus kembali fokus, emosi stabil, dan rasa kantuk sudah berkurang. Apabila masih merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya pengendara memperpanjang waktu istirahat demi menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, menyampaikan bahwa berkendara jarak jauh bukanlah tentang seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan bagaimana pengendara dapat tiba dengan selamat. Menurutnya, istirahat yang cukup merupakan faktor penting dalam menjaga konsentrasi serta mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Dengan memahami sinyal tubuh, mengatur waktu istirahat, menjaga asupan nutrisi, serta memastikan kondisi fisik dan mental selalu siap, pengendara dapat mempertahankan fokus, refleks, dan kendali selama perjalanan. Oleh karena itu, selalu utamakan keselamatan, dengarkan kebutuhan tubuh agar setiap perjalanan dapat dilalui dengan nyaman dan selamat sampai tujuan.