CURUPEKSPRESS.COM - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi perhatian serius di bidang kesehatan global. Penyakit ini dikenal berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani secara tepat. Diabetes tidak hanya berdampak pada kualitas hidup penderitanya, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit lain, seperti gangguan jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor risiko diabetes menjadi hal yang sangat penting untuk upaya pencegahan dan pengendalian sejak dini.
Menariknya, selain faktor gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik juga berperan dalam meningkatkan risiko diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Salah satu faktor genetik yang kini mulai banyak diteliti adalah golongan darah. Sejumlah studi menyebutkan bahwa golongan darah tertentu dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengembangkan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Insulin sendiri berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Ketika fungsi ini terganggu, kadar glukosa darah akan meningkat dan, jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan kesehatan. Diabetes tipe 2 umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari pada tahap awal.
BACA JUGA: Tak Sekadar Kunci Layar, Ini Terobosan Keamanan Android Terbaru dari Google
BACA JUGA: Manfaat Rebung yang Sayang Dilewatkan untuk Menjaga Kesehatan
Hubungan antara golongan darah dan risiko diabetes tipe 2 pernah diteliti dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2014 dalam jurnal Diabetologia milik Asosiasi Diabetes Eropa. Penelitian ini melibatkan sekitar 80 ribu wanita yang diamati dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara golongan darah dan kejadian diabetes tipe 2.
Dari jumlah partisipan tersebut, sebanyak 3.553 wanita didiagnosa mengidap diabetes tipe 2 selama periode penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah non-O, yaitu A, B, dan AB, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah O. Temuan ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa faktor biologis bawaan dapat turut mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap penyakit metabolik.
Lebih lanjut, laporan yang dikutip dari Times of India menyebutkan bahwa golongan darah B memiliki tingkat risiko paling tinggi. Wanita dengan golongan darah A tercatat memiliki kemungkinan sekitar 10 persen lebih besar untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan wanita dengan golongan darah O. Sementara itu, wanita bergolongan darah B menunjukkan risiko yang lebih tinggi lagi, yakni sekitar 21 persen dibandingkan dengan wanita bergolongan darah O.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ketika dibandingkan dengan golongan darah O negatif, wanita dengan golongan darah B positif mengalami peningkatan risiko yang paling signifikan. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa perbedaan karakteristik biologis pada setiap golongan darah dapat memengaruhi mekanisme metabolisme tubuh.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hubungan antara golongan darah dan diabetes tipe 2 masih belum sepenuhnya dipahami. Berbagai hipotesis terus dikembangkan untuk menjelaskan fenomena ini. Salah satu dugaan yang banyak dibahas berkaitan dengan kadar protein tertentu dalam darah, seperti faktor non-Willebrand. Protein ini diketahui cenderung lebih tinggi pada individu dengan golongan darah non-O dan diduga berperan dalam peningkatan kadar gula darah.
BACA JUGA: Sekali Makan Sehari, Benarkah Diet OMAD Aman ? Ini Penjelasan Pakarnya
BACA JUGA: Whip Pink Viral karena Efek Nge-Fly, BNN Tegaskan Ancaman Seriusnya
Selain itu, golongan darah non-O juga dikaitkan dengan keberadaan molekul-molekul lain yang berperan dalam proses peradangan dan metabolisme glukosa. Faktor-faktor tersebut diyakini dapat berkontribusi terhadap perkembangan resistensi insulin, yang merupakan salah satu penyebab utama diabetes tipe 2.
Berdasarkan berbagai temuan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa golongan darah berpotensi menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2, terutama pada individu dengan golongan darah non-O. Meskipun demikian, golongan darah bukanlah satu-satunya penentu terjadinya diabetes. Pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengontrol berat badan, tetap menjadi faktor utama dalam pencegahan penyakit ini. Oleh karena itu, kesadaran akan risiko sejak dini, disertai dengan gaya hidup sehat, merupakan langkah penting untuk menurunkan kemungkinan terjadinya diabetes tipe 2, terlepas dari golongan darah yang dimiliki.