CURUPEKSPRESS.COM - Pada kendaraan berbahan bakar bensin, oli mesin memegang peranan yang sangat penting. Fungsinya bukan hanya untuk melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, tetapi juga membantu mendinginkan mesin, membersihkan kotoran, serta menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Tanpa oli, gesekan antar komponen logam akan meningkat dan berpotensi merusak mesin dalam waktu singkat.
Namun, seiring berkembangnya teknologi otomotif, kehadiran mobil listrik memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Apakah mobil listrik juga membutuhkan oli seperti mobil bensin ? Atau justru sama sekali tidak memerlukannya ?
Secara umum, mobil listrik memang tidak menggunakan oli mesin sebagaimana mobil berbahan bakar bensin. Hal ini disebabkan karena mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal (internal combustion engine) yang memerlukan pelumasan intensif.
Tidak adanya proses pembakaran membuat kebutuhan terhadap oli mesin menjadi tidak relevan.
BACA JUGA:Mobil Listrik MG 4EV Sangat Praktis di Jalanan Kota
BACA JUGA:Penjualan Mobil Listrik Impor Naik di Agustus 2025
Struktur dan cara kerja mobil listrik sangat berbeda dengan mobil konvensional. Mesin mobil listrik pada dasarnya hanya terdiri dari dua komponen utama, yaitu motor listrik (electric motor) dan baterai sebagai sumber tenaga. Energi listrik dari baterai diubah menjadi energi gerak oleh motor listrik untuk menggerakkan roda kendaraan.
Seperti informasi yang disampaikan GridOto.com, Wawan, seorang mekanik Jaya Motor di Cipondoh, Tangerang menyampaikan, meskipun motor listrik merupakan komponen yang bergerak, tingkat gesekan yang terjadi jauh lebih rendah dibandingkan mesin bensin.
Komponen motor listrik tidak saling bergesekan secara kompleks seperti piston, poros engkol, atau katup pada mesin pembakaran. Oleh karena itu, motor listrik tidak membutuhkan pelumasan berupa oli mesin.
Inilah alasan utama mengapa mobil listrik tidak menggunakan oli mesin. Selain itu, mobil listrik juga tidak memiliki komponen pendukung pembakaran lainnya seperti busi, knalpot, dan filter udara.
Ketiadaan berbagai komponen ini membuat sistem kendaraan menjadi lebih sederhana dan minim perawatan.
Keunikan tersebut berdampak langsung pada biaya perawatan. Dibandingkan mobil bensin konvensional, mobil listrik cenderung lebih efisien dalam hal servis rutin karena jumlah komponen yang berpotensi mengalami keausan jauh lebih sedikit.
BACA JUGA:CATL Baterai Mobil Listrik Cukup Charge 10 Menit untuk 478 KM
BACA JUGA:Beli Mobil Listrik Rp200 Jutaan di 2025 ? Ini 7 Pilihan Terbaiknya !