Meski demikian, bukan berarti mobil listrik sepenuhnya bebas dari penggunaan oli. Mobil listrik tetap memerlukan oli gardan dan oli transmisi. Kedua jenis pelumas ini memiliki fungsi yang berbeda dengan oli mesin, tetapi tetap sangat penting untuk menjaga kinerja kendaraan.
Oli gardan berfungsi untuk melumasi roda gigi pada sistem penggerak agar gesekan dan panas dapat diredam dengan baik. Selain itu, oli gardan juga membantu menyalurkan tenaga dari motor listrik ke roda, khususnya pada mobil listrik berpenggerak roda belakang. Penggunaan oli gardan dengan spesifikasi khusus diperlukan agar efisiensi dan daya tahan komponen tetap terjaga.
Sementara itu, cairan transmisi pada mobil listrik berperan dalam menjaga kelancaran perpindahan tenaga dan meredam getaran yang muncul akibat kerja mekanis komponen transmisi. Walaupun sistem transmisinya lebih sederhana dibandingkan mobil bensin, cairan transmisi tetap perlu diganti secara berkala.
BACA JUGA:Cuma Rp195 Juta, BYD Atto 1 Jadi Mobil Listrik Murah dengan Cicilan Super Ringan !
BACA JUGA:Jangan Panik ! Begini Cara Aman Tangani Mobil Listrik yang Terkena Banjir
Para ahli menyarankan penggantian oli gardan dan cairan transmisi mobil listrik setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer, atau setidaknya satu kali dalam setahun. Penggantian rutin ini penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal serta memperpanjang usia pakai komponen.
Kesimpulannya, mobil listrik memang tidak memerlukan oli mesin karena tidak memiliki mesin pembakaran internal. Namun, mobil listrik tetap membutuhkan oli gardan dan cairan transmisi dengan spesifikasi khusus untuk mendukung kinerja dan efisiensi kendaraan.
Dengan sistem yang lebih sederhana dan minim perawatan, mobil listrik menjadi alternatif kendaraan yang lebih praktis dan ekonomis di masa depan.